Selamat datang di website kami, Haidar Khotir, semoga sajian kami bermanfaat

Ketika Hendak Berkhutbah


Sebelum berkhutbah hendaknya memahami mengenai sekelumit tentang khutbah dan hal-hal yang berkaitan tentang waktu jum'at.

Pengertian Khutbah

1). Menurut Bahasa

Kata-kata berprosa yang disampaikan oleh seorang pembicara yang fasih kepada sekumpulan orang untuk memuaskan mereka.

2). Menurut Istilah

Kata-kata menyentuh yang mengandung nasihat dan makna yang dalam dengan cara yang dikhususkan.

Ketika kita hendak berkhutbah hendaknya menulis, kemudian menyusun sendiri hingga diketikan dan diprint kemudian dihafal.

Yang menjadi beban pertama kali ketika berkhutbah ialah perasaan takut lupa dan takut yang disebabkan karena grogi.

Kaidahnya ialah kita memperpendek khutbah dan memperpanjang shalat.

3) Istilah - Istilah yang berkaitan dengan Khutbah

Maw'izhah adalah mengingatkan dengan kebaikan dan sesuatu yang bisa melembutkan hati (dan yang sulit ialah memilih pilihan kata yang akan diucapkan).

Nasihat adalah mengajak kepada sesuatu yang bermanfaat dan mencegah dari yang mudharat.

Wasiyat adalah permohonan yang disampaikan orang lain untuk diamalkan dan dibarengi dengan maw'izhah.

Kalimat adalah menyampaikan sepatah dua patah kata.

4) Khutbah yang disyariatkan 

yakni :

- Bila masuk waktu jum'at (saat khutbah jum'at)

- Setelah shalat hari raya yakni Idul Fitri dan Idul Adha

- Setelah shalat gerhana bulan dan gerhana matahari

- Setelah shalat Istisqa

- Pada hari Arafah

- Pada prosesi pernikahan

5) Urgensi Khutbah Jum'at, sebagai berikut :

- Khutbah merupakan amalan yang awalnya ditunaikan oleh sebaik-baik manusia yakni Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

- Khutbah merupakan syiar islam pada hari terbaik.

- Khutbah merupakan media dan mimbar dakwah

- Khutbah adalah sumber spirit yang dapat menggerakan semangat kaum muslimin (diusahakan saat khutbah berapi-api).

- Khutbah merupakan peluang emas bagi para da'i utnuk berdakwah

- Khutbah merupakan sarana untuk meluruskan pemahaman.

6) Hukum Khutbah Jum'at

Pendapat pertama,  pendapat jumhur ulama fiqih dari kalangan Hanafiyah dan Jumhur Malikiyah serta Syafi'iyah dan Hanabilah, menyatakan bahwa khutbah merupakan syarat syahnya shalat jum'at.

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma berkata,

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dahulu berkhutbah dengan dua khutbah dan beliau duduk diantara keduanya." (HR. Bukhari, 928)

Pendapat kedua,  menyatakan bahwa khutbah hanya disunnahkan saja.

7) Syarat Khutbah Jum'at

[1] Niat

[2] Berjama'ah, wajib ditunaikan dalam jamaah agar tujuan dari khutbah sebagai media pengingat bagi umat dapat terwujud.

[3] Khutbah harus ditunaikan setelah masuk waktu jum'at.

[4] Khutbah dilaksanakan sebelum shalat jum'at.

[5] Khatib diharuskan berdiri ketika berkhutbah manakala ia mampu berdiri

[6] Dilaksanakan dengan suara yang keras, hal ini dilakukan agar tujuan dari khutbah sebagai media pengingat bagi umat dapat terwujud.

[7] Dengan bahasa kaumnya, maksudnya khutbah disampaikan dalam bahasa Arab bila mayoritas jama'ah dapat memahami bahasa Arab serta mengerti maknanya, sekaligus sebagai media pembelajaran bahasa Arab sebagai 'ittiba' pada rasulullah . Namun bila mayoritas jama'ah tidak mengerti bahasa Arab maka tidak mengapa disampaikan dengan bahasa lain.

[8] Runut

8) Rukun dan Kesempurnaan Khutbah 

[1] Bertahmid (mengawali dengan alhamdulillah)

[2] Mengucapkan dua kalimat syahadat

[3] Bershalawat untuk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam

[4] Berwasiat dengan takwa pada Allah subhanahu wata'ala

[5] Menyampaikan nasihat

[6] Membacakan ayat al-Qur'an (yang dipahami)

[7] Doa untuk kaum muslimin pada khutbah kedua

9) Sunnah Khutbah

[1] Khutbah disampaikan melalui mimbar

[2] Khatib hendaknya mengucapkan salam pada jama'ah ketika sudah di atas mimbar.

[3] Adzan jum'at disyariatkan hanya sekali, dan dikumandangkan tatkala imam sudah duduk diatas mimbar. seperti yang dilaksanakan pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam serta Abu Bakar dan Umar radhiyallahu 'anhum. Sedangkan alasan bahwa Utsman radhiyallahu 'anhu pernah mengumandangkan adzan di pasar Madinah untuk memberitahukan masuknya waktu, sudah tidak diperlukan lagi.

[3] Duduk diatas mimbar hingga adzan selesai dikumandangkan

[4] Disunnahkan untuk memulai khutbah dengan khutbatul hajah, yang lafaznya :

"innal-hamdalillah....dst"

[5] Khatib hendaknya menyampaikan dengan penuh perasaan

[6] Disunnahkan memperpendek khutbah dan memperpanjang shalat

[7] Duduk sebentar diantara dua khutbah

[8] Khatib diperbolehkan berbicara dengan sebagian jama'ah bila memang ada keperluan untuk itu.

[9] Dikala berdoa hendaklah seorang imam tidak mengangkat kedua tangannya akan tetapi hanya mengangkat jari telunjuknya.

10) Sifat-Sifat Khatib

- Ikhlas karena Allah subhanahu wata'ala

- Ittiba' kepada rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam

- Komitmen dengan akhlak islam

- Seorang muslim hendaknya menyayangi dan disayangi

- Konsisten antara ucapan dan perbuatan

- Menjauhi sifat ta'ashshub (fanatik)

- Mau bersosialisasi dengan masyarakat

- Senantiasa murah senyum dan berwajah ceria serta beretika, baik ketika bersama para jama'ahnya ataupun dengan orang lain.


Referensi :
Terinspirasi dengan Training Khutbah bersama Ust. Abu Abdirrahman
http://2.bp.blogspot.com/-VhTLI7zzRVg/UOaf5Hv9--I/AAAAAAAAFlA/e3FR0dtcIEk/s1600/517235907_f5110abb43_b.jpg

Pengantar Sirah Shahabat


Sejatinya semakin hari berganti maka semakin dekat dengan kematian, dan sebaiknya ialah memperbanyak amal shalih kita sebagai bentuk syukur kita.

Isu itu dimaknai sebagai suatu berita yang tidak perlu digubris atau tidak perlu diperhatikan dengan seksama.

Yang akan ditilik ialah mengenai jumlahnya shahabat nabi s.a.w. yaitu (dalam waktunya) :

- Pada saat baiatur Ridwan yang hadir sekitar 1400 shahabat
- Pada fathu makkan jumlah sahabat sekitar 10.000 shahabat

Definisi :

Shahabat yaitu sahabat nabi s.a.w. yang laki-laki
Shahabiyah yaitu sahabat nabi s.a.w. yang perempuan.

Namun yang akan kita pakai ialah hanya ada 60 shahabat yakni karya Abdurrahman ra'fat basya. Dari kejadian-kejadian para shahabat kita bisa mengambil Ibrah dan hikmahnya.

Akan sedikit kita kupas mengenai kisah sahabat meskipun kayaknya kita belum pernah mendengar nama shahabat ini dan dia ditulis di buku 60 shahabat karena terdapat pelajaran dari kehidupannya.

Said bin Amir Al-Jumahi

Beliau diangkat menjadi Gubernur oleh Umar bin Khaththab.

Ketika beliau menjadi gubernur, beliau mengalami 4 protes rakyat yakni (namun yang akan disampaikan hanya dua)

- Keluhannya bahwa dia tidak mau melayani rakyatnya di malam hari.

Umar bin khaththab melakukan sidak dan masih tidak percaya apakah engkau tidak akan melayani rakyatmu di malam hari ? (Umar sebelumnya sudah berprasangka baik dulu kepada Said bin Amir Al-Jumahi)

Betul, Wahai Amirul mukminin , Kata Said bin Amir Al-Jumahi.
Jawab Said bin Amir Al-Jumahi ialah manalaka di waktu siang ia sudah penuh untuk melayani rakyatnya, dan dimalam hari saya gunakan untuk bermunajat kepada Allah.

- Satu hari dalam satu bulan dia tidak mau untuk menerima kami kecuali menjelang ashar.

Kemudian rakyat mengeluhkan bahwa ; Ya Amirul Mukminin, Gubernur kami, satu hari dalam satu bulan dia tidak mau untuk menerima kami kecuali menjelang ashar.

Kemudian Amirul mukminin berkata kepada Said bin Amir Al-Jumahi. 'Apakah sebetulnya seperti itu ?'. Said bin Amir Al-Jumahi mengatakan bahwa beliau hanya mempunyai satu baju, dan saya mencuci kemudian saya menjamur dan saya menunggunya hingga kering (yakni sebelum ashar).

Buku mengenai kisah-kisah sahabat ada tiga yakni :

1. Sekelumit Gambaran Shahabat

2. Biografi Kehidupan Shahabat Wanita

3. Gambaran dari Sekelumit Kehidupan Tabi'in

nama Zainab itu sekiranya banyak, ada Zainab yang merupakan putri dari rasulullah s.a.w. dan ada juga Zainab yang merupakan bibi rasulullah yang pemberani dsb.

Kisah mengenai Zainab, Bibi rasulullah yang pemberani.

Ketika perang khandak. Ada 2 orang yahudi yang menyusup ke pemukiman. yang dilakukan oleh Zainab ialah ia menarik yahudi tersebut kemudian digorok dan dilempar kepalanya ke luar sehingga semua yahudi yang ingin menyusup semuanya lari. dan ini merupakan strategi juga (menakut-nakuti). Karenanya beliau merupakan seorang perempuan yang pemberani. Dan kisah ini bisa menjadi pelajaran bagi kaum wanita.


Bersambung...

Referensi : 
Kajian di Masjid Al-Hidayah oleh Ust. Asdi Nur Kholis
http://azissyahban2005.blogspot.com/2012/12/kebudayaan-dan-peradaban-islam-adalah.html

Keutamaan Thalabul 'Ilmi


Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mempermudah baginya jalan menuju surga” (H.R Muslim)

Ada keutamaan yang diperoleh oleh pencari ilmu atau thalabul 'ilmi yaitu :

1. Ketika di dunia orang tersebut dengan ilmu itu ia akan mendapatkan hidayah dan taufik sehingga menjadikannya beramal shalih dan amal shalih itu menjadi wasilah yang mempermudahnya ke surga.

2. Pada hari kiamat  ketika meniti ash-shirat (jembatan antara surga dan neraka), bagi yang di dunia ia thalabul 'ilmi maka dengan itu Allah akan mempermudah dia didalam meniti ash-shirat sehingga ia akan sampai ke surga (jannatun na'im).

Referensi :
Kajian Rabu sore bersama Ust. Abu Abdirrahman di Nurul Ashri
http://www.parapsikologi.com/files/ilmu-hikmah.jpg

10 Keutamaan Istighfar


Manakala Kita berbicara mengenai umur maka ia akan senantiasa bersinggungan dengan waktu begitu pula waktu, ia pun akan bersinggungan dengan umur. Kita semua tahu tentang surat ini yakni surat al-'asr, namun kita sebagian kurang memahami dan mentadabburi dalam keseharian kita. Kita perhatikan bahwa bila kita melalaikan waktu begitu saja maka yang akan ada ialah suatu kerugian. ayo berlomba-lomba dalam kebaikan.

Di dalam bahasan Tazkiyatun Nufs ada suatu yang teramat penting karena memiliki keutamaan yang luar biasa yakni mengenai Fadlu Al Istighfar atau Keutamaan Istighfar.

Manusia adakalanya ia lupa dan salah, terkadang lalai dan berbuat dosa/maksiat dan senantiasa digoda oleh syaitan. Tabiat Hati manusia pun mudah untuk berbolak balik. Maka cara terbaik dari kesemuanya itu dengan memohon ampun kepada Allah
 
Keutamaan Istighfar diantaranya :

1. Istighfar sebagai sebab pengampunan dan penghapus dosa-dosa.
 
Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): Setiap anak cucu Adam pasti pernah berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah ialah orang yang banyak bertaubat.(HR. At-Tirmidzi, hasan)

Manakala manusia melakukan maksiat atau dosa sebenarnya dia telah menzhalimi dirinya sendiri dan dalam keadaan yang bodoh. Oleh karenanya kita membutuhkan maghfirah.

Tidak sedikit ayat yang berkaitan mengenai memohon ampunan kepada Allah, seperti yang dicontohkan oleh para Nabi  dan Rasul. Allah memerintahkan kepada mereka untuk senantiasa memohon ampun kepada-Nya. Dan ketika kita coba renungi sebenarnya kita sangat butuh beristighfar kepada Allah subhanahu wata'ala.

"Bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,

(yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, segera mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosanya selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.

Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal."
(QS. Ali Imran : 133 - 136)
Ayat ini menyatakan kepada kita untuk bersegera. yang dimaksud bersegera disini ialah perintah untuk bergegas dalam melakukan kebaikan dan bersegera untuk beristighfar.

Dan jangan berputus asa, Allah telah menjamin bahwa ampunan-Nya seluas langit dan bumi dan ini untuk orang yang senantiasa bertaqwa.

Manakala berbuat atau melakukan hal keji maka ia langsung ingat Allah dan kemudian memohon ampun kepada-Nya.

Tentang Istighfar

“Wahai sekalian manusia. Taubatlah (beristigfar) kepada Allah karena aku selalu bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali.” (HR. Muslim)

Sesudah shalat pun didalam doa yang kita panjatkan sebelumnya diawali dengan beristighfar :

Astaghfirullah (diucapkan sebanyak 3x)

Di dalam doa berlindung dari kesyirikan pun terdapat istighfar :

"Allaahumma Innii A'udzu bika an Usyrika bika wa Anaa A'lamuhuu
wa Astaghfiruka Limaa Laa A'lamuhu."

Mengenai keutamaan orang yang beristighfar yang pertama yakni Istighfar sebagai sebab pengampunan dan penghapus dosa-dosa

"Dan, barangsiapa mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(QS. An Nisaa: 110)

2. Istighfar dapat melapangkan rizki seorang hamba.

Berbicara tentang rizki, rizki bukan hanya yang berupa harta atau finansial. Namun, rizki maknanya luas tidak sesempit itu, termasuk juga kesehatan dan waktu luang dsb.

Rizki dimaknai sebagai sesuatu yang terbaik yang diberikan kepada hamba.

Perkataan Nuh a.s. kepada kaumnya ;

"Beristighfarlah kepada Tuhanmu - sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun -
niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan(pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai". (QS. Nuh :10-12)

Maksiat menyebabkan tidak lancarnya rizki, maka marilah bertaubat kepada Allah.

Negeri Saba didalam surat Saba dikatakan bahwa :

Baldatun Thayyibatun wa rabbun ghafur.

Karena saking subur dan makmurnya sampai-sampai wanita manakala ingin memetik atau memanen buah dia hanya menaruh keranjang kemudian jatuh buahnya kekeranjang.

Kaum 'Aad, Allah jadikan mereka, kemarau yang berkepanjangan disebabkan perbuatan maksiat.

Terdapat sebuah atsar dari Hasan Al Bashri rahimahullah yang menunjukkan bagaimana faedah istighfar yang luar biasa.

“Sesungguhnya seseorang pernah mengadukan kepada Al Hasan tentang musim paceklik yang terjadi. Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.

Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kemiskinannya. Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.

Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kekeringan pada lahan (kebunnya). Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.

Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau karena sampai waktu itu belum memiliki anak. Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.

Kemudian setelah itu Al Hasan Al Bashri membacakan surat Nuh di atas. (Riwayat ini disebutkan oleh Al Hafidz Ibnu Hajar di Fathul Bari, 11: 98)

3. Istighfar menghindarkan hamba dari siksa Allah dan musibahnya.

Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.
(QS Al Anfal: 33)
 
Dari Kisah Nuh a.s. Kita bisa mengambil Ibrah mengenai banjir bandang dan itu disebabkan karena dosa atau maksiat umatnya.

4. Istighfar adalah salah satu sebab mendatangkan datangnya rahmat Allah.

Perkataan Nabi Shaleh a.s. kepada kaumnya (kaum tsamud) :

Dia berkata: "Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan? Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat".
(QS. An-Naml : 46)

Beristighar kepada Allah kemudian menyertakan dengan amal, dan amal merupakan sebab mendatangkan rahmat Allah.

5. Istighfar dapat menambah kekuatan bagi pribadi dan kaum muslimin.

Perkataan Nabi Hud a.s. kepada kaumnya ;

Dan (dia berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa."
(QS. Hud : 52)

Kisah Shallahuddin dan tentaranya ;

Kisah Shalahuddin Al Ayyubi, ketika beliau berkeliling ke tenda yang pertama beliau melihat para orang-orang sedang qira'ah al-qur'an kemudian berkeliling ke tenda yang kedua beliau melihat orang-orang sedang qiyamullail dan berkeliling ke tenda yang ketiga beliau melihat orang-orang sedang memohon ampun kepada Allah dan tenda selanjutnya beliau mendapati orang-orang sedang tidur. Kemudian beliau mengatakan Dari arah sinilah (orang-orang yang tidur) kita akan kalah.

Sungguh dari Ibadah itulah ada kekuatan.

6. Istighfar dapat melapangkan dada atau hati seorang hamba.

yang menyebabkan sesak dan beratnya sesuatu boleh jadi karena maksiat dan dosa dan kita butuh sarana yakni beristighfar, dan manakala Rasulullah mendapati sesuatu yang mengganjal beliau beristighfar hingga 100 x.

7. Istighfar dapat menjadikan wajah menjadi berseri dan bahagia di hari pertemuannya dengan Allah.

saya (Ust. Ali Syahr) bercerita bahwa dosennya mudah sekali menangis disebabkan karena beristighfar dan memang wajahnya berseri seri hingga terdapat cekungan karena seringnya ia beristighfar.

“Barangsiapa yang ingin bahagia dengan catatan amalnya (pada hari kiamat), hendaklah ia beristighfar kepada Allah.”
(HR. Ath-Thabarany)

“Sangat beruntunglah orang yang menemukan bahwa pada catatan amalnya terdapat banyak istighfar.”
(HR. Ibnu Majah)

8. Istighfar akan membersihkan noda hitam dalam hati kita.

“Sesungguhnya jika seorang mukmin melakukan dosa, maka tertorehlah noda hitam dihatinya.

Apabila ia bertaubat dan berhenti dari dosa itu dan memohon ampun kepada Allah, maka hatinya mejadi bersih dari noda tersebut.

Apabila dosanya bertambah, maka bertambah pula noda tersebut sampai menutupi hatinya.

Itulah noda yang disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya : ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup (menjadi noda) hati mereka.” (QS. al-Muthaffifiin: 14)

[Diriwayatkan oleh Ahmad (II/298), at Tirmidzi (no.3334) dan beliau menyatakan bahwa hadits tersebut derajatnya hasan shahih, Ibnu Majah (no.4244), an Nasa-i dalam kitab al Kubra(no.11658), Ibnu Hibban (no.930), serta al Hakim (II/562) dan beliau menshahihkannya. Sementara itu, adz Dzahabi berkata: ‘Menurut syarat Muslim.’ Diriwayatkan juga oleh al Baihaqi dalam Sunan-nya (X/188)]

Manusia apabila ia terbiasa melakukan dosa dan maksiat maka hatinya akan keras dan hidayah sulit untuk masuk.

9. Istighfar adalah salah satu bekal orang yang berdakwah di jalan Allah.

Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Rabbmu pada waktu petang dan pagi. (QS. Ghafir :55)

10. Istighfar menjadi sebab terkabulnya doa seorang hamba.

Kisah Nabi Yunus a.s. ;

Di dalam perut ikan Nun, Yunus bertobat meminta ampun dan pertolongan Allah, ia bertasbih selama 40 hari dengan berkata: "Laa ilaaha illa Anta, Subhanaka, inni kuntu minadzh dzhalimiin (Tiada tuhan melainkan Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah orang yang telah berbuat dhalim)" Allah mendengar doa Yunus, dan Memerintahkan ikan nun mendamparkan Yunus di sebuah pantai.

Seandainya kalau bukan karena doa Nabi Yunus kepada Allah, niscaya dia akan diperut ikan Nun sampai hari berbangkit. Sehingga Istighfar merupakan diantara bentuk terkabulkannya doa.

dan ini adalah adab didalam berdoa yakni beristighfar kemudian mengagungkan asma Allah kemudian bersholawat kemudian berdoa apa yang dikehendaki. Dan Rasulullah menyukai doa yang bersifat umum.

Lafadz 

Mengenai lafadz istighfar yakni

secara umum "Astaghfirullahal 'azhim"  atau "Astaghfirullah".

Bisa juga,

Doa Sayyidul Istighfar, Doa perlindungan dari kesyirikan,

Doa taubat pertama diucapkan oleh umat manusia, Nabi Adam a.s. dan Hawa: “Rabbana dzalamna anfusana wa in lam taghfir lana wa tarhamna lanakunanna minal khasirin,” (Ya Tuhanku. Sesungguhnya kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Kau tidak mengampuni dosa-dosa kami, maka kami menjadi hamba yang merugi).

Doa Nabi Yunus a.s. manakala beliau meminta ampun dan pertolongan Allah manakala berada di perut Ikan Nun : "Laa ilaaha illa Anta, Subhanaka, inni kuntu minadzh dzhalimiin (Tiada tuhan melainkan Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah orang yang telah berbuat dhalim)"

dsb.

wallahu a'lam bish shawab.

Referensi :
Terinspirasi Kajian Ahad Sore 07 September 2014 di Masjid Kampus UGM oleh Ust Alfi Syahr dengan Tema Keutamaan Istighfar.
http://bekalduniadanakhirat.blogspot.com/2013/03/makna-dahsyat-di-balik-istighfar.html
http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/bertaubatlah-saudaraku
http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/nabi-tidak-pernah-bosan-beristighfar.html
http://seembunilmu.blogspot.com/2012_03_01_archive.html
http://rumaysho.com/amalan/istighfar-sebab-kemudahan-rezeki-dan-turunnya-hujan-6587
http://dzulqarnain.net/beberapa-manfaat-dan-keutamaan-istighfar.html

#semangat perbaikan diri

Falsafah Ilmu dan 7 Amalan Bergensi di Bulan Ramadhan


Mengenai Ilmuan sejati ialah yang intinya segala ilmu yang itu dikaji olehnya secara ilmiah dan diluar agama. Maksudnya ilmu dan agama seakan dipetak-petakan atau dipisah-pisahkan. paradigma berilmu tanpa beragama inilah yang salah.

Tentu para ilmuan atau peneliti tidak asing dengan perkataan ini, Einstein menyatakan “sains tanpa agama lumpuh, dan agama tanpa sains buta”(Albert Einstein, 1941).

Didalam Islam kita akan mengenal suatu kaidah atau kita sebut falsafah ilmu.

Falsafah yang ke-1 tentang Ilmu yakni :
Barangsiapa yang keluar rumah untuk menuntut ilmu, berarti dia berada di jalan Allah hingga pulang” (HR Tirmidzi)

Dan kita pahami bahwa sudut pandang imam syafi'i yang beliau juag belajar dari sekian banyak imam, dari sekian itu diantaranya imam malik, imam abu hanifah dan yang menjadi muridnya yakni imam ahmad ,

"Ilmu itu dari sudut pandang agama adalah cahaya dan cahaya itu tidak akan menyinari orang-orang yang bermaksiat kepada Allah."

Manakala cahaya ilmu tidak mampu memberikan manfaatnya dan keberkahan yakni semakin dekat dan mengenal Allah, maka ilmu itu tidak menjadi cahaya.

Dan manakala kita pahami bahwa ilmu itu dipelajari atas dua klasifikasi yakni ilmu hanya sebatas lisan atau ilmu sampai batasan perbuatan. semoga Allah memudahkan kita sehingga ilmu itu sampai pada perbuatan.

Falsafah yang ke-2 tentang Ilmu yakni :
“Barang siapa menempuh suatu jalan padanya dia mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya dengan sebab itu jalan menuju surga.”  (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Menilik sejarah, waktu itu terdapat dua peradaban yang kuat yakni peradaban persia dan romawi namun tidakkah kau ketahui bahwa pada saat itu daerah jazirah arab masih gersang-gersangnya (sesuai definisinya) dan jazirah arab dalam masa yang jahiliyah dan dalam kondisi yang terpuruk.
Ketika rasul itu datang, ketika Al-Qur'an itu menjadi pegangan hidup. maka perhatikanlah bahwa seketika tahun-tahun berganti tahun, sampai suatu ketika Islam mampu menguasai dua peradaban itu, bahkan sampai ke spanyol.

Dari sejarah diatas, ternyata pembentukan karakter masyarakat itu bisa dibentuk secara luar biasa dikarenakan senantiasa mengkaji kitab yang jelas (Al-Qur'an).

Allah bersumpah dengan perkataanNya, Bersumpah dengan tempat timbulnya matahari. dan ini adalah sumpah yang sesungguhnya.

Allah berfirman, "Wassamaa idzatir raj'i" (Demi langit yang memiliki hujan) terdapat pada surat Ath Thaariq ayat 11.
Ketika kita melihat dari terjemahan depag ar-raj' diartikan sebagai hujan, namun ketika kita kaji dari akar katanya yang berarti pengembalian, pengulangan.

Apa maksud dari pengembalian atau pengulangan. Mari kita coba mentadabburinya :

Ternyata langit itu berlapis-lapis. di dalam lapisan pertama terjadi hujan yang merupakan proses sirkulasi (perulangan dan pengembalian),
kemudian diatasnya lagi lapisan ozonosfer , ada 7 sinar matahari yang berusaha masuk ke bumi, namun yang boleh masuk ialah sinar ke-6 dan ke-7 dan hanya bisa menyentuh kulit kita sekitar 0,02 dari keseluruhan.

Di lapisan ionosfer, disitu ada yang namanya proses pematulan atau pengembalian gelombang sehingga kita yang ada dibumi mampu mendengarkan radio, menonton tv, dsb

Penjelasan lebih lanjut,

Demi langit yang mengandung hujan (QS. Ath Thaariq, 86:11) .Kata yang ditafsirkan sebagai 'mengandung hujan' dalam terjemahan Alquran ini juga bermakna 'mengirim kembali' atau mengembalikan.

Seperti diketahui, atmosfir yang melingkupi bumi terdiri atas sejumlah lapisan. Setiap lapisan memiliki peran penting bagi kehidupan. Penelitian mengungkapkan bahwa lapisan-lapisan ini memiliki fungsi mengembalikan benda-benda atau sinar yang mereka terima ke ruang angkasa atau ke arah bawah, yakni ke bumi. Sekarang, marilah kita cermati sejumlah contoh fungsi pengembalian dari lapisan-lapisan yang mengelilingi bumi tersebut.
  • Lapisan Troposfir, 13 hingga 15 km di atas permukaan bumi, memungkinkan uap air yang naik dari permukaan bumi menjadi terkumpul hingga jenuh dan turun kembali ke bumi sebagai hujan.
  • Lapisan ozon, pada ketinggian 25 km, memantulkan radiasi berbahaya dan sinar ultraviolet yang datang dari ruang angkasa dan mengembalikan keduanya ke ruang angkasa.
  • Ionosfir, memantulkan kembali pancaran gelombang radio dari bumi ke berbagai belahan bumi lainnya, persis seperti satelit komunikasi pasif, sehingga memungkinkan komunikasi tanpa kabel, pemancaran siaran radio dan televisi pada jarak yang cukup jauh.
Falsafah yang ke-3 tentang Ilmu yakni :

"Ilmu itu sesungguhnya segala yang berasal dari Allah dan rasulNya."

Jangan sampai kita disesatkan oleh ilmu yang kita pelajari manakala manusia menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya.

____________

Sebagai mahasiswa bukan kuliah ke luar negeri yang menjadi target pertama namun perlu dipahami bahwa,

yang pertama, kuasai ilmu itu (al-qur'an dan as-sunnah) maka engkau akan menguasai semuanya.

yang kedua, menjadikan ilmu yang dipelajari sebagai suatu sarana mengenal Allah (dan inilah yang menjadi visi sesungguhnya)

____________

Pertanyaan : Surat apa yang pertama kali diturunkan ?, apakah itu ayat-ayat ekonomi, ayat-ayat sosial atau apa ?

ayat yang pertama diturunkan Allah dari rasulNya ialah "Iqra" (Bacalah !) terdapat pada surat Al 'alaq ayat 1.

kemudian diikuti dengan ayat yang kedua : "Khalaqal insana min 'alaq",

yang dimaksud khalaqa ialah menciptakan dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada.dan ketika kita bertanya sekaligus mentadaburi ternyata kondisi keseluruhan tubuh kita dapat diidentifikasi oleh darah ('alaq).

Kondisi darah suatu organisme dapat digunakan untuk mengetahui kondisi kesehatan yang sedang dialami oleh organisme tersebut. Penyimpangan fisiologis ikan akan menyebabkan komponen-komponen darah juga mengalami perubahan. Perubahan gambaran darah dan kimia darah, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, dapat menentukan kondisi kesehatannya. (sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Darah)

Al-qur'an sebagai sumber ilmu dan sumber peradaban. Dan peradaban dimulai dari perubahan dan perubahan dimulai dari generasi mudanya, jika generasi muda tidak ada perubahan maka ia ibarat kakek atau nenek sebelum waktunya.

Kita perhatikan, bahwa Abu Bakar Ash Shidiq, dalam masa pemerintahan ke khalifahannya terdapat banyak orang yang enggan atau tidak mau berzakat, dan orang-orang yang enggan itu diputuskan untuk dihunuskan dengan pedang. Hal itu menunjukkan bahwa Abu Bakar tidak rela ketika beliau hidup agama ini terjadi rusak atau kehancuran dikarenakan manusianya yang enggan membayar zakat.

Didalam Pancasila yang menjadi dasar negara kita, indonesia. Sila yang pertama menunjukkan bahwa manusia Indonesia senantiasa menjunjung tinggi Tauhid.Namun yang terjadi saat ini, masyarakatnya banyak terpengaruh paham-paham yang membahayakan bangsa ini yakni paham sekuler dan liberal.

Padahal negara kita adalah negara yang bertauhid.Ulama dan Umara terkesan itu terpisah, sehingga terdefinisikan menjadi Ulama adalah pemimpin dalam hal agama, sedangkan Umara adalah pemimpin dalam skala negara.

Padahal, kita ketahui bahwa Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali merupakan Ulama yang merupakan Umara ?

Ketika kita menuju ke sila ke-2, akan kita temui kata hikmat yakni hikmah itu hanya bisa dituju oleh orang-orang yang berilmu.
______________________

Jadikan ramadhan kali ini sebagai self leadership, self control. Kita persiapkan setiap tahun (bulan ramadhan) ada tema untuk perbaikan.

Ada 7 amalan yang Bergengsi di Bulan Ramadhan yaitu,

1. Siyam,Siyam atau puasa dimaknai sebagi upaya untuk menahan diri pribadi bukan hanya untuk menahan lapar dan haus namun juga sebagai kontrol emosi dan syahwat.

Manakala kita tidak mampu menahan emosi kita ibarat seekor singga ditengah hutan kita jadikan alat untuk mendapatkan target binatang buruan kita niscaya akan dimakan semuanya karena saking buasnya (rakus).

Manakala kita tidak mampu menahan syahwat kita ibarat seekor keledai yang kita jadikan alat untuk mendapatkan target binatang buruan kita niscaya tidak menangkap satu binantang pun.

Maka gunakanlah anjing yang terlatih untuk berburu, karena anjing tersebut mampu mengontrol dirinya. dengan syarat : terlatih, ketika melepaskan anjing untuk berburu tak lupa ucapkan 'bismillah', ketika anjing itu menangkap tidak dimakan namun dikasih langsung ke tuannya.

Anjing pun itu di dalam surat al-kahfi terkenal bahkan termasuk penghuni surga, maka carilah pergaulan (walaupun diri kita masih buruk) yang mengantarkan kita kepada kebaikan, yang mengantarkan kepada surga. tentulah teman yang seperti itu ibarat minyak wangi, dekat pun kita merasakan harumnya.

Akhirnya, "Dengan emosi, manusia bisa lebih buas dari pada binatang. Dengan syahwatnya, manusia bisa lebih bodoh dari pada keledai."

2. Qiyam

Perbanyaklah untuk shalat sunnah rawatib, shalat tahajud, intinya perbanyaklah shalat. Biasakan shalat sunnah wudhu sebelum tidur, itupun berilmu dan berpahala. itu cuma tidur saja.

Sebelum memutuskan suatu perkara yang sangat penting didalam hidup seperti ujian, memilih jurusan diperguruan tinggi, melamar, menikah, mencari pekerjaan, mendapatkan pekerjaan, urusan anak dan istri serta situasi-situasi sulit maka biasakanlah untuk shalat dua raka'at. dan jangan sampai kita lupa untuk tidak shalat dua raka'at.

3. Shadaqah

4. Memberi makan orang yang ifthar atau berbuka puasa"

Zakat mampu membuatmu keluar dari kemiskinan, sedekah mampu membuatmu bahagia dan infak mampu membuatmu mulia."

Dan kesemuanya ini adalah janji Allah.

Kisah-kisah

Kami biasa memberikan makan kepada orang berpuasa, 300 nasi bungkus ke empat puluh titik dan selama 25 hari, dengan harga satu nasi bungkus 10 ribu.

Ada juga sebuah kisah Dia seorang pengusaha dan dia setiap kali di hari jum'at dan dia sudah terbiasa sejak kecil melakukan itu dia terbiasa memberikan ke 250 orang kalau tidak salah ke 700 titik.  Usahanya semakin berkembang dan bisa dibayangkan apa semangat dari pemuda ini, yakni dia ingin bersedekah 1 Milyar.

Dia juga biasa mengajak anak-anaknya untuk terbiasa di malam sabtu dan minggu untuk ber'tikaf, mendekatkan diri kepada Allah. Inilah contoh keluarga yang luar biasa. Dia menyukai makna-makna didalam al-qur'an dan terbiasa meskipun tidak hafal 30 juz, anak-anaknya sudah hafal 30 juz.

5. Tadarus Al-Qur'anJika seseorang sudah ada didalam hatinya Al-Qur'an maka tidak ada yang lebih baik darinya (al-qur'an). 


"Sebaik-baik kalian yang mempelajari al-qur'an dan mengajarkan ke yang lain."

Rumah yang didalam ada al-qur'an ibarat orang yang hidup dengan orang yang mati (kuburan).

6. Umrah di bulan ramadhan seperti haji bersama nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

Jika anda berkesempatan umrah, maka carilah dibulan ramadhan.

7. Berburu Lailatul Qadr

Buktikanlah sebagai pemuda. Bukan hanya olah raga mengelilingi sampai 5 km, namun subuh saja untuk datang ke masjid masih tidak kuat.Buktikanlah sebagai pemuda, Mampu i'tikaf selama 10 hari terakhir dibulan ramadhan.
________________________

Keterikatan surat ke 109 , 110, 111 pada Al-Qur'ansurat ke 110 adalah surat an-nashr yakni ke-6 yang pertama yang diturunkan di madinah, selain itu surat ke 109 adalah surat al-kafirun dan surat ke 111 adalah surat al-lahab itu turun di mekkah.Logika tadabburnya adalah, surat an-nashr itu artinya yang ingin memperoleh kemenangan atau jika ingin menjadi pemenang, maka lakukanlah faktor supaya mendapatkan kemenangan yang kemenangan itu atas pertolongan dan bimbingan Allah, maka tidak boleh menjadi orang-orang yang al-kafirundan juga tidak boleh menjadi orang-orang yang munafik seperti surat al-lahab.
________________________

Ada faktor nonteknis yang mampu mengganggu kita selama beribadah di bulan ramadhan yakni :

1. Pemilu ( 9 Juli 2014). Oleh karenanya di bulan puasa mari kita perbaiki puasa kita dan hati kita.

2. Piala Dunia 2014. Jangan sampai ini membuat kita lalai akan ibadah kita atau jangan sampai keluar kosa kata binatang dan ucapan kotor sejenisnya.

3. Pulang kampung (terutama 10 hari terakhir yang ia sebenarnya ada malam lailatul Qadr dan harus dimaksimalkan dengan i'tikaf), maka mari kita manajemen waktu pulang kita dengan baik dan tidk mengganggu kekhusyu'an ibadah kita.

4. Shopping ke mall, dsb. (ini juga termasuk yang membuat kita kurang fokus di bulan ramadhan, maka persiapkan manajemen waktu dengan baik)wallahu a'lam bish shawab.

#sayadisinimasihterusbelajar

Sumber :
Terinspirasi Grand Opening Ramadhan Di Kampus 1435 H dibawakan oleh Ust. Bachtiar Natsir, 22 Juni 2014
http://thalibmakbar.wordpress.com/2010/09/12/ilmu-mengantarkan-kepada-surga/
http://id.wikipedia.org/wiki/Darah
http://id.harunyahya.com/id/Artikel/4518/langit-yang-mengembalikan
http://adefahrizal24.files.wordpress.com/2014/04/teruslah-menuntut-ilmu.jpg

Jauhilah Tujuh Perkara Yang Membinasakan


Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda: 
“Jauhilah tujuh perkara (dosa besar) yang membinasakan (membawa kepada kehancuran). 
Para shahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah tujuh perkara itu?, 
Beliau berkata:
  • Syirik kepada Allah, 
  • Sihir, 
  • Membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan sebab yang dibenarkan agama,
  • Memakan riba, 
  • Memakan harta anak yatim, 
  • Membelot (desersi) dalam peperangan, 
  • Melontarkan tuduhan zina kepada wanita yang terjaga kehormatannya, yang beriman yang tiada menahu dengannya”.
(Shahih, dikeluarkan Al Bukhari (2766) dan Muslim (89).

Bersambung...

Referensi :
Terinspirasi Kajian Tauhid oleh Ust. Abu Ayyub di Masjid Al Hidayah 
http://wahonot.wordpress.com/2008/02/19/jauhilah-tujuh-perkara-yang-membinasakan/

Tantangan Mendidik Anak di Era Digital


Era Digital

Ketika anak-anak saya ada di rumah silahkan pakai gadget saya (Ust. Fauzil 'Adhim), dan kita tuker-tukeran (baca: saling menukar) password di sosial media. Maka dari itu saya tetap bisa memantau aktifitas sosial media dan aktivitas searching dan dari situ kita tahu anak-anak kita memiliki arah sendiri-sendiri ? 

Aktivitas sosial Itu akan jauh terlihat kalau sudah bertemu dengan kerabat. Apa yang dibicarakan dan apa yang menjadi topik atau kebanggan yang dibicarakan?

Apa yang mereka (anak-anak kita) banggakan ? dan apa yang menjadi perhatiannya ?
Jika yang menjadi perhatiannya adalah fashion, dia akan selalu dan senang update mengenai fashion terkini dan fashion-fashion terbaru.

Jika yang mereka banggakan adalah yang berkaitan dengan amal shalih pasti ketika dia searching kemungkinan yang menjadi prioritas ialah tidak jauh-jauh dari amal shalih.

Jika ada 3 anak misalkan maka kita akan melihat perbedaan aktivitas apa saja yang ia lakukan.

Sama-sama searching, namun yang membedakan ialah orientasi apa yang mereka ikuti.

Krisis Identitas

Remaja saat ini bisa mengalami yang namanya krisis identitas manakala dia hanya belajar dalam kapasitas intelektual namun mereka tidak memiliki apa-apa yang diperjuangkan (untuk islam) baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain.

Jika mereka tidak memiliki apa-apa yang diperjuangkan maka ia akan terpengaruh (doktrin) oleh teman-temannya. Manakala teman-temannya proaktif dalam keburukan dalam mempengaruhinya, kalau seseorang itu tidak punya arah (orientasi) atau orientasinya dalam kebenaran belum terbentuk maka teman-teman tersebut bisa menjadi rujukannya (sedang mereka dalam keburukan).
Pengaruh buruk dari media bisa mempengaruhi seseorang manakala dia tidak mempunyai apa-apa yang diperjuangkan (untuk islam) atau orientasi berpikir yang benar. Dia akan mudah terbawa arus maupun pop up media atau ikut-ikutan.

Hikmah Dibalik Surat Luqman dalam Pembelajaran

1. Hal-hal yang perlu dituangkan kepada Anak dalam pembelajaran.

-  Bersyukur kepada Allah subhanahu wata’ala. Sehingga ketika ada musibah ataupun ujian ialah tidak mudah komplain dan karena yang Allah takdir itu ialah yang terbaik bagi kita.

- Bersyukur kepada diri sendiri. Harus menerima diri sendiri karena Allah menciptakan kita dalam sebaik-baik bentuk/ takaran.

2. Menanamkan Tauhid, tidak menyekutukan Allah.

Mengkritisi perkataan mengenai :

Kamu hebat, kamu bisa in syaa Allah. Sekarang saya (Ust. Fauzhil Adhim) mencoba mengurangi perkataan kamu hebat karena memberikan kesan membanggakan diri, terus hebatnya dimana ,kan belum berbuat.

Saya lebih memilih kata : 

Kita manusia lemah, dan Allah yang Maha Perkasa, La haula wala quwwata illaa billaah. Karena disinilah Allah yang menentukan.

Kita harus terbiasa menyertakan Allah dalam setiap perkataan maupun perbuatan.

3.  Menanamkan anak agar berbuat baik kepada orang tua (bukan karena berjasa orang tua), ini karena berbuat baik kepada orang tua merupakan konsekuensi iman.

4. Membangun sikap muraqabah.

Muraqabah adalah merasa jiwa selalu diawasi oleh Allah. Ketika seorang hamba merasa diawasi oleh Allah, maka orang tersebut akan selalu bertakwa dimanapun ia berada.

Muraqabah hanya menjadi pemahaman atau omong kosong. Kalau ilmu tauhidnya belum mengimani. Muraqabah kalau sudah mengimani ilmu tauhidnya maka ia akan menjadi penjaga karena diri ini merasa takut atau merasa diawasi oleh Allah.

Anak sudah baik apakah itu sudah cukup dan bisa bertahan dalam baik ?. Semisal seorang anak sudah melalui pembelajaran di ma’had, boarding school dan pondok pesantren. Seketika baru lulus ilmu mereka sudah rontok.

Maka perlu ada yang ditata kembali. Jika kita bertahan, kita mudah terjatuh maka kita harus terus memperbaiki diri.

5. Memberikan Ta’dib.

Ta’dib, merupakan bentuk masdar dari kata addaba-yuaddibu-ta’diban, yang berarti mengajarkan sopan santun. Sedangkan menurut istilah ta’dib diartikan sebagai proses mendidik yang di fokuskan kepada pembinaan dan penyempurnaan akhlak atau budi pekerti pelajar.

Tidak menyombongkan diri dan tidak membanggakan diri.

Manakala Tidak Update media

Apakah kalau kita tidak meng-update di yahoo.com atau yang lain, kita akan rugi atau menderita ?

Banyak di dalam media online yang namanya :

Kotoran Data, Pendangkalan informasi. Maka tidak semua data atau informasi kita harus terima atau kita butuhkan, bahkan banyak dari informasi adalah informasi sampah atau kotor. Dan manakala kita tidak online atau tidak di sosmed atau tidak nonton TV kita tidak akan rugi ataupun menderita.

Namun sekali lagi, ini persoalan pilihan. Semua tergantung kita.

Remote kontrol itu sebagai alat pengendali maka janganlah kita yang malah dikendalikan oleh alat pengendali.

3 Hal yang Membinasakan
“Ada tiga perkara yang membinasakan : kikir yang ditaati; hawa nafsu yang diikuti; dan membangga-banggakan diri sendiri ('ujub).” (HR. Thabrani)

Diluar tema ada pertanyaan :

Bolehkah menyapih dengan berbohong supaya si bayi tidak nangis terus atau meneng (diam)?
Tidak boleh, karena menangis adalah karunia yang Allah berikan kepada bayi dan itu tanda sehat. Dan ibu senantiasa harus bersabar atau bisa diajak ngobrol atau bercerita dengan si bayi (tapi bukan perkataan bohong), supaya bisa tenang bisa di peluk dengan pelukan yang hangat untuk si bayi. Semoga dengan ini Allah ridha.

Referensi :
Terinspirasi Islamic Book Fair, Senin 5 Mei 2014 dengan Tema Tantangan Mendidik Anak di Era Digital dari jam 12.30 - 14.30 oleh Ustadz Fauzil 'Adhim
http://abiyyuammr.blogspot.com/2011/04/tarbiyah-tadib-talim.html 
http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/muhasabah-dan-muraqabah-1-tingkatan-pertama-musyarathah.html
http://ceritahajid.wordpress.com/2013/06/22/tiga-hal-yang-membinasakan/
http://kabarcepat.com/files/images/350400/2012/09/08/era-digital.jpg

Belajar Memahami Definisi Zuhud


Definisi :

Makna secara bahasa:
Zuhud menurut bahasa berarti berpaling dari sesuatu karena hinanya sesuatu tersebut dan karena (seseorang) tidak memerlukannya. Dalam bahasa Arab terdapat ungkapan “syaiun zahidun” yang berarti “sesuatu yang rendah dan hina”.

Makna secara istilah:
Ibnu Taimiyah mengatakan – sebagaimana dinukil oleh muridnya, Ibnu al-Qayyim – bahwa zuhud adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat demi kehidupan akhirat.

Al-Hasan Al-Bashri menyatakan bahwa zuhud itu bukanlah mengharamkan yang halal atau menyia-nyiakan harta, akan tetapi zuhud di dunia adalah engkau lebih mempercayai apa yang ada di tangan Allah daripada apa yang ada di tanganmu. Keadaanmu antara ketika tertimpa musibah dan tidak adalah sama saja, sebagaimana sama saja di matamu antara orang yang memujimu dengan yang mencelamu dalam kebenaran.

عَنْ أَبِي الْعَبَّاس سَهْل بِنْ سَعْد السَّاعِدِي رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : ياَ رَسُوْلَ اللهِ دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ إِذَا عَمِلْتُهُ أَحَبَّنِيَ اللهُ وَأَحَبَّنِي النَّاسُ، فَقَالَ : ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبُّكَ اللهُ، وَازْهَدْ فِيْمَا عِنْدَ النَّاسِ يُحِبُّكَ النَّاسُ .
[حديث حسن رواه ابن ماجة وغيره بأسانيد حسنة]

Dari Abu Abbas Sahl bin Sa’ad Assa’idi radhiallahuanhu dia berkata : Seseorang mendatangi Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam, maka beliau berkata : Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku sebuah amalan yang jika aku kerjakan, Allah dan manusia akan mencintaiku, maka beliau bersabda: Zuhudlah terhadap dunia maka engkau akan dicintai Allah dan zuhudlah terhadap apa yang ada pada manusia maka engkau akan dicintai manusia.
(Hadits hasan riwayat Ibnu Majah dan lainnya dengan sanad hasan) .

Kandungan hadits :
1.     Menuntut kecukupan terhadap dunia adalah perkara wajib, sedang zuhud adalah tidak adanya ketergantungan dan terpusatnya perhatian terhadapnya.
2.     Bersikap qanaah terhadap rizki yang halal dan ridho terhadapnya serta bersikap ‘iffah dari perbuatan haram dan hati-hati terhadap syubhat.
3.     Jiwa yang merasa cukup dan iffah serta berkorban dengan harta dan jiwa di jalan Allah merupakan hakekat zuhud.

Didalam kita memaknai zuhud, ialah dengan memperlakukan dunia sebatas keperluan saja, kita gunakan dunia sebagai sarana untuk hari kemudian (akhirat) dan jangan pernah terkesima dengan silaunya dunia.Dan juga harus dipahami bahwa Zuhud jangan diidentikan dengan pakaian lusuh, rambut acak-acakan atau compang-camping dan yang harus menjadi perhatian ialah "dunia hanya sebatas perlunya saja", bahkan dalam islam kita harus berpakaian yang bagus dan rapih bahkan untuk rambut disunnahkan untuk menyisirnya supaya 'ndak acak-acakan. Dan jangan juga disalah artikan bahwa orang yang bermobil atau sejenisnya pasti bukan Zuhud dan yang paling penting ialah hanya sebatas keperluan bukan untuk bermegah-megahan atau berlebih-lebihan atau menunjukkan kekayaan (riya') dan ujub. Dalam islam kita diajarkan bahwa hendaknya menampakkan kenikmatan yang Allah berikan dengan sikap bersyukur. Dan tentunya seseorang yang Zuhud kepada dunia pasti akan dicintai Allah.

Janganlah kita memiliki sifat tamak, atau berambisi terhadap apa yang dimiliki seseorang. Setiap apa yang dimiliki seseorang yang sifatnya keduniaan kita iri dan dengki, sebagai contoh ketika teman kita punya black berry kita ingin memiliki, ketika teman kita punya mobil keluaran terbaru kita ingin miliki.dll. Namun harus bisa dibedakan bahwa manakala seseorang berusaha di dalam beribadah jangan dikatakan "jangan berlebihan atau berambisi" ,namun itulah wujud di dalam kita ber-fastabiqul khairat dan bersungguh-sungguh, sebagai contoh : jangan banyak-banyakan atau sering-seringan membaca Al-Qur'an, bahkan lebih sering membaca Al-Qur'an itu lebih bagus, dsb. Dan tentunya seseorang yang Zuhud terhadap apa yang dimiliki manusia pasti akan dicintai manusia.

Dari bahasan ini kita dapat menarik kesimpulan bahwa Zuhud itu ialah berkaitan tentang:
- meninggalkan apa yang tidak bermanfaat demi kehidupan akhirat.
- memperlakukan dunia sebatas keperluan saja, kita gunakan dunia sebagai sarana untuk hari kemudian (akhirat) dan jangan pernah terkesima dengan silaunya dunia.
- Janganlah kita memiliki sifat tamak, atau berambisi terhadap apa yang dimiliki seseorang. Setiap apa yang dimiliki seseorang yang sifatnya keduniaan kita iri dan dengki. Namun harus bisa dibedakan bahwa manakala seseorang berusaha di dalam beribadah jangan dikatakan "jangan berlebihan atau berambisi" ,namun itulah wujud di dalam kita ber-fastabiqul khairat dan bersungguh-sungguh.

Referensi :
Terinspirasi Kajian hadits ,ahad sore, Masjid kampus 27 April 2014 bersama Ust. Ridwan Hamidi
http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/zuhud.html
http://haditsarbain.wordpress.com/2007/06/09/hadits-31-zuhud/
id_forty_hadith_of_nawawi.pdf
http://cdn.klimg.com/merdeka.com/i/w/photonews/2013/07/14/220320/640x320/kekhusyukan-salat-dan-doa-dalam-kesendirian-011-isn.jpg

19 Faedah Iman Kepada Takdir


Diantara 19 faedah atau buahnya dari sifat seseorang yang mengimani takdir ialah :

1. Membuat seseorang senantiasa mau beribadah hanya kepada Allah

2. Tidak Berbuat syirik kepada Allah

3. Sebagai sarana seseorang mendapatkan hidayah dan petunjuk dari Allah dan bertambahnya Iman

4. Menumbuhkan sikap Ikhlas

5. Menumbuhkan sikap takut hanya kepada Allah

6. Menumbuhkan sikap berharap hanya kepada Allah

7. Sanggup dan bisa bersabar dan kuat di dalam menanggung beban kehidupan

8. Tidak Berputus asa dari rahmat Allah

9. Memiliki sifat Qana'ah atau merasa ridha dan cukup dengan pembagian rizki yang Allah Ta'ala berikan

10. Dijauhkan dari sifat Iri, Hasad dan Dengki

11. Mampu memahami hikmah yang Allah atas apa yang terjadi

12. Memunculkan sikap tawakkal hanya kepada Allah

13. Mensyukuri apa yang Allah berikan

14. Tidak merasa/larut dalam kesedihan, bahkan merasa gembira karena semuanya yang Allah takdirkan in syaa Allah baik untuk kita

15. Menjadikan seseorang memiliki sifat tawadhu

16. Memiliki sifat Iffah (menjaga diri, kehormatan diri)

17. Menjadikan seseorang memiliki keberanian di dalam menjalani takdir yang ada

18. Hati (Qalbu) Menjadi Tenang

19. Membebaskan Akal dari Tahayul, Bid'ah, dan Khurafat

Referensi :
Kajian Bersama Ustadz Murtadha Ibawi bahasan Takdir,
Buku Pokok-pokok Dasar Aqidah oleh Dr. Nashir Bin Abdul Karim Al 'Aql 
http://kewirausahaankimia.blogspot.com/2011/12/tsq-stories.html {Buku TSQ-Stories edisi-2 
(berisi 50 kisah pengembangan sains & teknologi di masa peradaban Islam). 299 halaman.} (gambar dengan editan CoreldraW X4) 

#sama2belajar :)

Kurban Tanda Cinta


Kita mencoba melihat Ibadah Kurban dari dua hal yakni :
Dari sisi ritual dan esensial.

Dari sisi ritual yakni dari keseluruhan proses menyembelih hewan Kurban.
Dari sisi esensial yakni memiliki makna "menyembelih" unsur-unsur kebinatangan (Hayawaniyyah) di dalam
diri.

Tiga akibat dari unsur-unsur kebinatangan (Hayawaniyyah) yaitu :

- Masih Percaya kepada selain Allah
- Belum yakin sepenuhnya kepada Allah
- Belum bisa pasrah seutuhnya kepada Allah

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik."
(QS. Al-Hajj [22] : 37)

Fadilah dari Ibadah Kurban :

- Mengikuti sunnah Nabi Ibrahim 'alaihissalam
- Mensyukuri nikmat Allah subhanahu wata'ala

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berqurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus” (QS. Al Kautsar: 1-3).

- Mengikis sifat thama' (rakus)
- Menghapus dosa
- Mendekatkan diri kepada Allah
- Menjalin kasih sayang sesama manusia

Keluarga Nabi Ibrahim 'Alaihissalam dan yang bisa diambil pelajaran yakni :

- Keteladanan,

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ إِلا قَوْلَ إِبْرَاهِيمَ لأبِيهِ لأسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَا أَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

"Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia;

ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.

Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: “Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah”. (Ibrahim berkata): “Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali."

(QS. Al-Mumtahanah [60] : 4)

Teladan keluarga Ibrahim yakni :

- Adanya kepercayaan kepada Allah (pada kisahnya Nabi Ibrahim a.s.)
- Adanya keyakinan kepada Allah (pada kisahnya Nabi Ibrahim a.s. dengan Istrinya yakni Hajar)
- Adanya kepasrahan kepada Allah (pada kisahnya Nabi Ibrahim dengan Nabi Ismail a.s.)
Kisah yang Bersejarah dari Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s.

"Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup atau usia assa'ya maksudnya : usia dimana seorang anak bisa membantu orang tuanya atau dengan kata lain berusaha sendiri atau mandiri.) berusaha bersama-sama Ibrahim,

Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; in syaa Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya).

Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu”, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.

Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,(yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim”.
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik."

(QS. Ash Shaaffaat [37] : 101 - 110)

Kisah yang Bersejarah dari Nabi Ibrahim a.s. dan Istrinya yakni Hajar


Nabi Ibrahim adalah seorang Nabi, tidak mungkin beliau tidak paham tanggung jawab seorang laki-laki terhadap istri dan anak. Ibrahim paham bahwasanya istri & anak mesti di lindungi, dicarikan nafkah, dsb. dan Nabi Ibrahim pasti lebih paham dari seluruh ulama yang ada saat ini dan jauh lebih paham dari kita semua. tapi ini perintah Allah, maka Hajar pun juga paham Ibrahim begitu berat jalankan perintah ini berpisah dg istri dan anak, anak satu-satunya yang lama ditunggu kelahirannya, 80 tahun lebih baru punya anak 1,

maka Hajar bertanya sekali lagi, ”Allah amaruka bihadza (apakah Allah yang perintahkan ini kepadamu)? maka Ibrahim memandang kelangit dan mengucapkan “Allah” dengan perlahan. maka Hajar langsung menghibur suaminya, “kalau begitu Ibrahim, Allah tidak akan sia-siakan kami, engkau berangkatlah, jangan kau pikirkan kami, Allah akan menjaga kami dan Allah tidak akan menyia-nyiakan kami, berangkatlah wahai Ibrahim.” hibur Hajar kepada Ibrahim.

Maka setelah itu baru Ibrahim mantap meninggalkan istri dan anaknya, di satu daerah bernama hudai, maka Ibrahim melihat dan menengok lagi ke belakang, tapi sudah tidak kelihatan lagi karena terhalang bukit dsb, disitulah Ibrahim memanjatkan doa dg linangan airmata dan doa itu dilestarikan Allah dalam Al-Qur’anul karim ,

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

”Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah tempatkan sebagian dari keturunanku di lembah yang tak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau yang suci, ya Rabb kami yang demikian itu agar mereka mendirikan sholat, maka jadikanlah hati sebagian manusia condong kpd mereka, dan beri rizkilah mereka dari buah-buahan, semoga mereka bersyukur." (QS Ibrahiim [14] : 37)

kemudian beliau kembali berangkat meneruskan perjalanan ke palestina.

Referensi :
Terinspirasi Kajian di Darush Shalihat bersama Ust. Syatori Abdurrauf
http://jalmilaip.files.wordpress.com/2012/10/kurban-tanda-cinta1.jpg (editan)
http://artiquran.wordpress.com/2011/02/11/surat-ash-shaffat-ayat-101-s-d-110/ 
http://jalanakhirat.wordpress.com/2012/07/14/kisah-cinta-nabi-ibrahim-as-dansiti-hajar-rha/
http://quran.ittelkom.ac.id/ 

Jadikanlah Al Qur’an Surat Cintamu


Jadikanlah Al Qur’an Surat Cintamu, Jadikanlah Shalat itu Penghubung dengan Tuhanmu

Baca Surat Al Isra : 9

“Sungguh Al Qur’an ini memberi ke jalan yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebaikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar.”

“Bukan metode menghafal yang diinginkan, Tapi tujuannya mencari kebaikan.”

“Perbaiki niat-niat kalian begitu juga saya.”

“Tidak ada yang gratis dari kebaikan, ada capek dan letih.”

“Surganya Allah adalah tidak ada yang gratis, perlu perjuangan.”

“Muhammad tidak biasa memberikan hidayah kepada yang dicintai, Tapi Allahlah yang memberikan petunjuk.”

Percayalah bahwa Al Qur’an itu Mudah, ini janji Allah.

Baca Surat Al Qamar : 17,22,32,40

Imam Al Qurthubi rahimahullahu menafsirkan ayat diatas :
“Maksudnya, Kami (Allah subhanahu wata’ala) telah memindahkan Al Qur’an untuk dihafal, dan kami membantu orang yang ingin menghafalnya, Lalu adakah orang yang memohon agar ia dapat menghafal Al Qur’an kemudian dia akan dibantu dalam usahanya untuk itu.” (Tafsir Al Qurthubi)

Menghafal berbeda dengan membaca. Pahala menghafal berbeda dengan membaca karena dia butuh mengulangi-ulangi.

Mengapa saya menghafal Al Qur’an ?

1. Salah satu jalan termudah untuk menggapai ridha Allah penjagaan terhadap tiga hal :
Penjagaan huruf dan kata-katanya sebagian yang telah diturunkan pada Rasul s.a.w. , penjagaan penjelasan Al Qur’an yaitu hadits An-Nabawi, penjagaan terhadap para penghafal dan pengamal Al Qur’an.
Baca Surat Al Hijr  : 9

2. Kelak akan bersama As Safarah Al Kiraam Al Bararah (Para rasul dan Malaikat)
Baca HR. Al Bukhari 4937, Muslim 244

3. Menghafal Al Qur’an dapat menjadikan seseorang sebagai keluarga Allah uyang mendapat tempat khusus disisi-Nya.

Rasulullah s.a.w.
“Sesungguhnya Allah memiliki keluarga dari golongan manusia, Bertanyalah para sahabat,
Siapakah keluarga Allah itu ? Beliau menjawab : Ahlul Qur’an...”
(HR. Ahmad)

4. Al Qur’an dapat menjadi pemberi syafa’at di dalam kubur dan di hari kiamat.

5. Menghafal Al Qur’an apat menjadikan seseorang mencapai derajat tertinggi syurga Allah kelak.

6. Adalah ladang amal yang mudah namun pahalanya berlipat ganda.

Dan Masih banyak lagi keutamaan AL Qur’an yang bisa menjadi motivasi kita semua untuk menghafalnya. Dan yang paling terpenting adalah bagaimana kita melakukan hari-hari kita dengan cahaya AL Qur’an.
Untuk menghafal tidak perlu waktu yang terlalu lama berfikir dan menunggu motivasi dari orang lain cukup dengan:

“Mulailah dan Istiqomahlah”.

Secara Umum organ tubuh yang ikut menghafal adalah :

Otak, berguna untuk memahami ayat
Mata, berfungsi untuk menangkap visual ayat
Telinga, Mendengar bacaan ayat-ayat yang hendak dihafal
Mulut atau pengucapan, (tanpa suara tidak mungkin seseorang bisa menikmati bacaan ayat-ayat Al Qur’an yang indah.
Tangan, bertujuan mengisyaratkan visual setiap ayat yang di hafal
Seluruh tubuh, bertujuan melenturkan gerakan tubuh dengan ayat-ayat yang dihafal.

Yang Terpenting didalam menghafal ialah :

Satu Jam sebelum Tidur Menghafal,
Satu Jam sebelum Subuh Menghafal,
Maka dahulukanlah Al Qur’an, Al Qur’an Lebih Penting dari Apa Saja.

“Mulailah dan Istiqomahlah”.

Gambaran
Perhatikan Jadwal dibawah ini (40 Hari Menghafal Al Qur’an) Tiap harinya ;



























Setiap jam dan waktu setoran hafalan semua muhaffidz/ muhaffidzat (pembimbing hafalan) harus biasa menerima setoran hafalan.

Disiplin waktu, sesuai dengan jadwal di atas adalah kunci kesuksesan peserta dalam menghafal Al Qur’an In syaa’ Allah.

Referensi :
Terinspirasi Seminar Daurah 40 hari Menghafal Qur’an
http://alghoyami.files.wordpress.com/2010/11/alquran-dg-bunga1.jpg

Menjaga Hati, Lisan dan Perbuatan


Menjaga hati (qalbu) Didalam Mengkritik ;

Imam Ibnu Rajab berkata :
"Sedangkan kalau tujuan dari si pengkritik itu untuk menampakkan :

- kekurangan orang yang dikritiknya,
- merendahkan,
- menjelaskan kebodohan dan
- kekurangannya dalam hal ilmu dan yang semisalnya

maka hal itu haram hukumnya.

Baik ia mengkritik dihadapan orangnya atau dibelakangnya, baik dimasa hidupnya atau setelah meninggalnya, dan perbuatan ini termasuk yang dicela oleh Allah dan Allah mengancam setiap pengumpat lagi pencela dalam kitabNya,

dan termasuk juga sebagai orang yang dikatakan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam :

"Wahai orang-orang yang beriman dengan lisannya dan belum beriman dengan hatinya, janganlah kalian menyakiti kaum muslimin, dan janganlah kalian mencari-cari kekurangan-kekurangan mereka, karena sesungguhnya barangsiapa mencari-cari kekurangan-kekurangan mereka maka kelak Allah akan menyingkapkan kekurangan dia (di akhirat) maka Dia akan membiarkan orang lain tahu aibnya, meskipun di dalam rumahnya."

(H.R.Tirmidzi (Tuhfatul Ahwadzi juz 6/180), dishahihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani dalam Shahih Al-Jami'us Shaghir no.7985 dan shahih Tirmidzi no.1655.)

Menjaga lisan dan perbuatan ;

Muslim yang paling baik adalah, “Seseorang yang membuat muslim lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya” (HR Muslim).  Mereka menjaga lisannya dari segala ucapan yang bisa menyakiti hati orang.

Menahan Diri dari Menyakiti Orang lain ;

Dari Abu Dzar r.a. berkata:
“Saya bertanya :”Ya Rasulullah, Amal apakah yang paling utama?”, Nabi menjawab : “Iman kepada Allah dan berjuang dijalanNya.” Saya bertanya : “memerdekakan hamba manakah yang paling utama?” Nabi menjawab : “Yang paling bagus menurut pemiliknya dan yang paling mahal harganya.” Saya bertanya:”Bagaimana kalau saya tidak sanggup melakukannya?” Nabi menjawab: ”Tolonglah orang yang sedang bekerja atau bantulah orang yang mampu menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.” Saya bertanya: “Ya Rasulullah!, Bagaimana pendapat Engkau kalau saya tidak mampu mengerjakan beberapa amal?” Nabi menjawab : “Tahanlah dirimu dari berbuat yang mencelakakan orang lain, karena itu adalah sedekah dari engkau kepada dirimu sendiri.”

Larangan Berbisik-bisik Berdua Tanpa Melibatkan Orang Ketiga ;
“Apabila kamu bertiga, maka janganlah dua orang di antara kamu saling berbisik-bisik tanpa mengajak yang lainnya, hingga mereka bercampur dengan orang-orang, karena hal tersebut akan menyakitinya.” (Muttafaq ‘Alaih) - See more at: http://www.voa-islam.com/read/tsaqofah/2013/05/14/24539/saat-bertiga-dua-orang-jangan-berbisikbisik-sendiri-tanpa-yang-satu/#sthash.P6CSTqAR.dpuf

Dan juga hadits Abdullah bin Mas’ud, beliau berkata : Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda : “ Apabila klian terdiri atas tiga orang maka janganlah dua orang berbicara rahasia tanpa menyertakan yang ketiga, hingga berada dikerumunan orang banyak karena yang seperi itu akan membuatnya bersedih “

Menjaga Hati Dengan Menundukkan Pandangan (Ghadhul Bashar) ;

“Apabila kamu bertiga, maka janganlah dua orang di antara kamu saling berbisik-bisik tanpa mengajak yang lainnya, hingga mereka bercampur dengan orang-orang, karena hal tersebut akan menyakitinya.” (Muttafaq ‘Alaih) - See more at: http://www.voa-islam.com/read/tsaqofah/2013/05/14/24539/saat-bertiga-dua-orang-jangan-berbisikbisik-sendiri-tanpa-yang-satu/#sthash.P6CSTqAR.dpuf
“Hindarilah duduk-duduk di pinggir jalan!” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah bagaimana kalau kami butuh untuk duduk-duduk di situ memperbincangkan hal yang memang perlu?’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Jika memang perlu kalian duduk-duduk di situ, maka berikanlah hak jalanan.” Mereka bertanya, “Apa haknya?” Beliau menjawab,"

- Tundukkan pandangan,
- tidak mengganggu, 
- menjawab salam (orang lewat), 
- menganjurkan kebaikan, dan mencegah yang mungkar.” 

(HR. Muslim no. 2161)

Mengapa kemudian Rasulullah memerintahkan para sahabat untuk menghindari duduk-duduk di pinggir jalan, satu diantaranya karena susahnya untuk bisa menundukkan pandangan (ghadhul bashar) apalagi duduk-duduk di pinggir jalan yang merupakan area berlalu-lalangnya orang untuk lewat.

Bukan hanya menundukkan pandangan dari lawan jenis saja, menundukkan pandangan juga menundukkan pandangan terhadap materi atau barang.

Ketika kemudian seseorang lewat disekitar kita sedang kita duduk-duduk di pinggir jalan maka kita tidak bisa menghindari kemuliaan barang tersebut.  Ketika yang lalu-lalang adalah orang yang sederhana dan ada juga yang mewah itu cukup berpengaruh membawa nuansa hati kita seperti cemas, membuat hati kurang nyaman, iri, ingin memiliki , dengki dan sebagainya.

Menahan Diri Dari Tulisan-tulisan Yang Buruk ;

Dengan perkembangan internet saat ini dengan sarana-sarana untuk menulis seperti menulis di blog, menulis di web, menulis status dan komentar di facebook dan twitter dan sebagainya. Maka tulislah dan berkomentarlah yang baik dan membangun.

Manakala seseorang menulis status di facebook misalnya, maka akan banyak orang yang melihat bisa sampai jutaan dan juga bisa juga dikomentar. Dan status dan komentar tadi bisa bermaksud su'uzhan dan tidak memiliki pengaruh yang positif. Semisal status atau gambar yang niatnya baik atau positif bisa menjadi negatif manakala komentarnya yang negatif dan bisa juga sebaliknya. Maka tulislah dan berkomentarlah yang baik dan membangun.

Menahan Diri Dari Perkataan Yang Buruk ;

Ada orang yang mungkin memiliki tabiat seperti lalat, ya kotor gitulah. Kalau membahas kejelekan seseorang itu minatnya tinggi, apalagi jika memiliki pembendaharaan kata yang banyak dan apalagi kalau sudah terlatih. Yuk, kita jauhi sifat seperti ini.

:: Berkatalah yang baik atau diam, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'alihi wasallam,

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)
“Apabila kamu bertiga, maka janganlah dua orang di antara kamu saling berbisik-bisik tanpa mengajak yang lainnya, hingga mereka bercampur dengan orang-orang, karena hal tersebut akan menyakitinya.” (Muttafaq ‘Alaih) - See more at: http://www.voa-islam.com/read/tsaqofah/2013/05/14/24539/saat-bertiga-dua-orang-jangan-berbisikbisik-sendiri-tanpa-yang-satu/#sthash.P6CSTqAR.dpuf

:: Imam Abu Hatim Ibnu Hibban Al-Busti berkata dalam kitabnya, Raudhah Al-‘Uqala wa Nazhah Al-Fudhala, hlm. 45,

“Orang yang berakal selayaknya lebih banyak diam daripada bicara, karena betapa banyak orang yang menyesal karena bicara dan sedikit yang menyesal karena diam. Orang yang paling celaka dan paling besar mendapat bagian musibah adalah orang yang lisannya senantiasa berbicara, sedangkan pikirannya tidak mau jalan”.

Beliau berkata pula di hlm. 47,

“Orang yang berakal seharusnya lebih banyak mempergunakan kedua telinganya daripada mulutnya.
Dia perlu menyadari bahwa dia diberi dua telinga, sedangkan diberi hanya satu mulut, supaya dia lebih banyak mendengar daripada berbicara. Sering kali orang menyesal pada kemudian hari karena perkataan yang diucapkannya, sementara diamnya tidak akan pernah membawa penyesalan.
Menarik diri dari perkataan yang belum diucapkan itu lebih mudah daripada menarik perkataan yang telah terlanjur diucapkan.

Hal itu karena biasanya apabila seseorang tengah berbicara maka perkataan-perkataannya akan menguasai dirinya.

Sebaliknya, bila tidak sedang berbicara maka dia akan mampu mengontrol perkataan-perkataannya.”

Menjauhkan Diri Atas Perkara Ghibah ;

Ghibah adalah menyebutkan sesuatu yang terdapat pada diri seorang muslim, sedang ia tidak suka (jika hal itu disebutkan). 

Baik dalam keadaan soal jasmaninya, agamanya, kekayaannya, hatinya, ahlaknya, bentuk lahiriyahnya dan sebagainya. Caranya-pun bermacam-macam. Di antaranya dengan membeberkan aib, menirukan tingkah laku atau gerak tertentu dari orang yang dipergunjingkan dengan maksud mengolok-ngolok.

:: Ghibah Itu Keji dan Kotor

Secara bahasa, ghibah berarti menggunjing. Banyak orang meremehkan masalah ghibah, padahal dalam pandangan Allah ia adalah sesuatu yang keji dan kotor. 

"Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain. 

Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain (ghibah). Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."

(QS. Al-Hujurat: 12)

:: Keutamaan Mencegah Ghibah

Wajib bagi orang yang hadir dalam majlis yang sedang menggunjing orang lain, untuk mencegah kemungkaran dan membela saudaranya yang dipergunjingkan. 

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam amat menganjurkan hal demikian, sebagaimana dalam sabdanya. "Artinya : Barangsiapa menolak (ghibah atas) kehormatan saudaranya, niscaya pada hari kiamat Allah akan menolak menghindarkan api Neraka dari wajahnya". (HR Ahmad)

"Tidaklah seseorang menutupi aib orang lain di dunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat kelak." (HR. Muslim)

:: Pengecualian Ghibah

Dalam kitab Riyadhushsholihin karya Imam Abu Zakariya An-Nawawi atau yang dikenal Imam Nawawi, menjelaskan pengecualian Ghibah yakni dalam enam perkara:

1.Mengadukan kezaliman seseorang kepada hakim.

2. Untuk membantu menghilangkan kemungkaran. Seperti halnya orang yang berkata "Diharapkan bagi yang mempunyai kemampuan untuk melenyapkan kemungkaran ini. fulan telah berbuat demikian"

3. Meminta fatwa kepada mufti. Seperti ayah, saudara atau siapa yang telah menganiayanya kemudian meminta pendapat dan solusi dari seorang mufti. atau kasus yang lain yang berhubungan dengan ahkam syar'iyyah.

4. Memperingatkan muslimin dari kejelekannya. Di antaranya menyingkap aib para perawi yang bermasalah. Bahkan ini bisa wajib.

5.Seseorang melakukan kesyirikan, kemaksiatan, kefasikan atau bid'ah Secara Terang-terangan, maka dibolehkan mengungkapnya.

6. Untuk mengenalnya. Karena mungkin julukan seperti Al-A'raj (pincang), Al-A'ma. Diharamkan jika hal itu dimaksudkan untuk merendahkan.

Referensi :
Terinspirasi Kajian Ust. Ridwan Hamidi di Masjid Kampus UGM
http://www.firanda.com/index.php/artikel/wejangan/579-antara-nasehat-dan-keikhlasan 
http://wide-wallpapers.net/love-potion-wide-wallpaper/ 
http://pustaka.abatasa.co.id/pustaka/detail/muamalah/27-macam-perilaku-islami/892/hati-hati-dengan-lisan.html 
https://www.facebook.com/BiroPerjalananHajiPlusDanUmroh/posts/448244668585115
http://al-atsariyyah.com/wp-content/uploads/2008/11/bermajelis.doc
http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/bicara-baik-atau-diam.html
http://www.voa-islam.com/read/muslimah/2013/11/08/27496/6-perkara-ghibah-yang-diperbolehkan-apa-saja-sih/#sthash.zkVbTgh5.dXUvzQ0T.dpbs
http://id.wikipedia.org/wiki/Ghibah
http://www.bersamadakwah.com/2014/01/keutamaan-menutup-aib-saudara.html
http://ilmuamal.blogdetik.com/umum/ghibah/

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes