Selamat datang di website kami, Haidar Khotir, semoga sajian kami bermanfaat

Ketika Hendak Berkhutbah


Sebelum berkhutbah hendaknya memahami mengenai sekelumit tentang khutbah dan hal-hal yang berkaitan tentang waktu jum'at.

Pengertian Khutbah

1). Menurut Bahasa

Kata-kata berprosa yang disampaikan oleh seorang pembicara yang fasih kepada sekumpulan orang untuk memuaskan mereka.

2). Menurut Istilah

Kata-kata menyentuh yang mengandung nasihat dan makna yang dalam dengan cara yang dikhususkan.

Ketika kita hendak berkhutbah hendaknya menulis, kemudian menyusun sendiri hingga diketikan dan diprint kemudian dihafal.

Yang menjadi beban pertama kali ketika berkhutbah ialah perasaan takut lupa dan takut yang disebabkan karena grogi.

Kaidahnya ialah kita memperpendek khutbah dan memperpanjang shalat.

3) Istilah - Istilah yang berkaitan dengan Khutbah

Maw'izhah adalah mengingatkan dengan kebaikan dan sesuatu yang bisa melembutkan hati (dan yang sulit ialah memilih pilihan kata yang akan diucapkan).

Nasihat adalah mengajak kepada sesuatu yang bermanfaat dan mencegah dari yang mudharat.

Wasiyat adalah permohonan yang disampaikan orang lain untuk diamalkan dan dibarengi dengan maw'izhah.

Kalimat adalah menyampaikan sepatah dua patah kata.

4) Khutbah yang disyariatkan 

yakni :

- Bila masuk waktu jum'at (saat khutbah jum'at)

- Setelah shalat hari raya yakni Idul Fitri dan Idul Adha

- Setelah shalat gerhana bulan dan gerhana matahari

- Setelah shalat Istisqa

- Pada hari Arafah

- Pada prosesi pernikahan

5) Urgensi Khutbah Jum'at, sebagai berikut :

- Khutbah merupakan amalan yang awalnya ditunaikan oleh sebaik-baik manusia yakni Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

- Khutbah merupakan syiar islam pada hari terbaik.

- Khutbah merupakan media dan mimbar dakwah

- Khutbah adalah sumber spirit yang dapat menggerakan semangat kaum muslimin (diusahakan saat khutbah berapi-api).

- Khutbah merupakan peluang emas bagi para da'i utnuk berdakwah

- Khutbah merupakan sarana untuk meluruskan pemahaman.

6) Hukum Khutbah Jum'at

Pendapat pertama,  pendapat jumhur ulama fiqih dari kalangan Hanafiyah dan Jumhur Malikiyah serta Syafi'iyah dan Hanabilah, menyatakan bahwa khutbah merupakan syarat syahnya shalat jum'at.

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma berkata,

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dahulu berkhutbah dengan dua khutbah dan beliau duduk diantara keduanya." (HR. Bukhari, 928)

Pendapat kedua,  menyatakan bahwa khutbah hanya disunnahkan saja.

7) Syarat Khutbah Jum'at

[1] Niat

[2] Berjama'ah, wajib ditunaikan dalam jamaah agar tujuan dari khutbah sebagai media pengingat bagi umat dapat terwujud.

[3] Khutbah harus ditunaikan setelah masuk waktu jum'at.

[4] Khutbah dilaksanakan sebelum shalat jum'at.

[5] Khatib diharuskan berdiri ketika berkhutbah manakala ia mampu berdiri

[6] Dilaksanakan dengan suara yang keras, hal ini dilakukan agar tujuan dari khutbah sebagai media pengingat bagi umat dapat terwujud.

[7] Dengan bahasa kaumnya, maksudnya khutbah disampaikan dalam bahasa Arab bila mayoritas jama'ah dapat memahami bahasa Arab serta mengerti maknanya, sekaligus sebagai media pembelajaran bahasa Arab sebagai 'ittiba' pada rasulullah . Namun bila mayoritas jama'ah tidak mengerti bahasa Arab maka tidak mengapa disampaikan dengan bahasa lain.

[8] Runut

8) Rukun dan Kesempurnaan Khutbah 

[1] Bertahmid (mengawali dengan alhamdulillah)

[2] Mengucapkan dua kalimat syahadat

[3] Bershalawat untuk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam

[4] Berwasiat dengan takwa pada Allah subhanahu wata'ala

[5] Menyampaikan nasihat

[6] Membacakan ayat al-Qur'an (yang dipahami)

[7] Doa untuk kaum muslimin pada khutbah kedua

9) Sunnah Khutbah

[1] Khutbah disampaikan melalui mimbar

[2] Khatib hendaknya mengucapkan salam pada jama'ah ketika sudah di atas mimbar.

[3] Adzan jum'at disyariatkan hanya sekali, dan dikumandangkan tatkala imam sudah duduk diatas mimbar. seperti yang dilaksanakan pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam serta Abu Bakar dan Umar radhiyallahu 'anhum. Sedangkan alasan bahwa Utsman radhiyallahu 'anhu pernah mengumandangkan adzan di pasar Madinah untuk memberitahukan masuknya waktu, sudah tidak diperlukan lagi.

[3] Duduk diatas mimbar hingga adzan selesai dikumandangkan

[4] Disunnahkan untuk memulai khutbah dengan khutbatul hajah, yang lafaznya :

"innal-hamdalillah....dst"

[5] Khatib hendaknya menyampaikan dengan penuh perasaan

[6] Disunnahkan memperpendek khutbah dan memperpanjang shalat

[7] Duduk sebentar diantara dua khutbah

[8] Khatib diperbolehkan berbicara dengan sebagian jama'ah bila memang ada keperluan untuk itu.

[9] Dikala berdoa hendaklah seorang imam tidak mengangkat kedua tangannya akan tetapi hanya mengangkat jari telunjuknya.

10) Sifat-Sifat Khatib

- Ikhlas karena Allah subhanahu wata'ala

- Ittiba' kepada rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam

- Komitmen dengan akhlak islam

- Seorang muslim hendaknya menyayangi dan disayangi

- Konsisten antara ucapan dan perbuatan

- Menjauhi sifat ta'ashshub (fanatik)

- Mau bersosialisasi dengan masyarakat

- Senantiasa murah senyum dan berwajah ceria serta beretika, baik ketika bersama para jama'ahnya ataupun dengan orang lain.


Referensi :
Terinspirasi dengan Training Khutbah bersama Ust. Abu Abdirrahman
http://2.bp.blogspot.com/-VhTLI7zzRVg/UOaf5Hv9--I/AAAAAAAAFlA/e3FR0dtcIEk/s1600/517235907_f5110abb43_b.jpg

Pengantar Sirah Shahabat


Sejatinya semakin hari berganti maka semakin dekat dengan kematian, dan sebaiknya ialah memperbanyak amal shalih kita sebagai bentuk syukur kita.

Isu itu dimaknai sebagai suatu berita yang tidak perlu digubris atau tidak perlu diperhatikan dengan seksama.

Yang akan ditilik ialah mengenai jumlahnya shahabat nabi s.a.w. yaitu (dalam waktunya) :

- Pada saat baiatur Ridwan yang hadir sekitar 1400 shahabat
- Pada fathu makkan jumlah sahabat sekitar 10.000 shahabat

Definisi :

Shahabat yaitu sahabat nabi s.a.w. yang laki-laki
Shahabiyah yaitu sahabat nabi s.a.w. yang perempuan.

Namun yang akan kita pakai ialah hanya ada 60 shahabat yakni karya Abdurrahman ra'fat basya. Dari kejadian-kejadian para shahabat kita bisa mengambil Ibrah dan hikmahnya.

Akan sedikit kita kupas mengenai kisah sahabat meskipun kayaknya kita belum pernah mendengar nama shahabat ini dan dia ditulis di buku 60 shahabat karena terdapat pelajaran dari kehidupannya.

Said bin Amir Al-Jumahi

Beliau diangkat menjadi Gubernur oleh Umar bin Khaththab.

Ketika beliau menjadi gubernur, beliau mengalami 4 protes rakyat yakni (namun yang akan disampaikan hanya dua)

- Keluhannya bahwa dia tidak mau melayani rakyatnya di malam hari.

Umar bin khaththab melakukan sidak dan masih tidak percaya apakah engkau tidak akan melayani rakyatmu di malam hari ? (Umar sebelumnya sudah berprasangka baik dulu kepada Said bin Amir Al-Jumahi)

Betul, Wahai Amirul mukminin , Kata Said bin Amir Al-Jumahi.
Jawab Said bin Amir Al-Jumahi ialah manalaka di waktu siang ia sudah penuh untuk melayani rakyatnya, dan dimalam hari saya gunakan untuk bermunajat kepada Allah.

- Satu hari dalam satu bulan dia tidak mau untuk menerima kami kecuali menjelang ashar.

Kemudian rakyat mengeluhkan bahwa ; Ya Amirul Mukminin, Gubernur kami, satu hari dalam satu bulan dia tidak mau untuk menerima kami kecuali menjelang ashar.

Kemudian Amirul mukminin berkata kepada Said bin Amir Al-Jumahi. 'Apakah sebetulnya seperti itu ?'. Said bin Amir Al-Jumahi mengatakan bahwa beliau hanya mempunyai satu baju, dan saya mencuci kemudian saya menjamur dan saya menunggunya hingga kering (yakni sebelum ashar).

Buku mengenai kisah-kisah sahabat ada tiga yakni :

1. Sekelumit Gambaran Shahabat

2. Biografi Kehidupan Shahabat Wanita

3. Gambaran dari Sekelumit Kehidupan Tabi'in

nama Zainab itu sekiranya banyak, ada Zainab yang merupakan putri dari rasulullah s.a.w. dan ada juga Zainab yang merupakan bibi rasulullah yang pemberani dsb.

Kisah mengenai Zainab, Bibi rasulullah yang pemberani.

Ketika perang khandak. Ada 2 orang yahudi yang menyusup ke pemukiman. yang dilakukan oleh Zainab ialah ia menarik yahudi tersebut kemudian digorok dan dilempar kepalanya ke luar sehingga semua yahudi yang ingin menyusup semuanya lari. dan ini merupakan strategi juga (menakut-nakuti). Karenanya beliau merupakan seorang perempuan yang pemberani. Dan kisah ini bisa menjadi pelajaran bagi kaum wanita.


Bersambung...

Referensi : 
Kajian di Masjid Al-Hidayah oleh Ust. Asdi Nur Kholis
http://azissyahban2005.blogspot.com/2012/12/kebudayaan-dan-peradaban-islam-adalah.html

Keutamaan Thalabul 'Ilmi


Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mempermudah baginya jalan menuju surga” (H.R Muslim)

Ada keutamaan yang diperoleh oleh pencari ilmu atau thalabul 'ilmi yaitu :

1. Ketika di dunia orang tersebut dengan ilmu itu ia akan mendapatkan hidayah dan taufik sehingga menjadikannya beramal shalih dan amal shalih itu menjadi wasilah yang mempermudahnya ke surga.

2. Pada hari kiamat  ketika meniti ash-shirat (jembatan antara surga dan neraka), bagi yang di dunia ia thalabul 'ilmi maka dengan itu Allah akan mempermudah dia didalam meniti ash-shirat sehingga ia akan sampai ke surga (jannatun na'im).

Referensi :
Kajian Rabu sore bersama Ust. Abu Abdirrahman di Nurul Ashri
http://www.parapsikologi.com/files/ilmu-hikmah.jpg

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes