Manakala Ta'aruf
Manakala seseorang ta'aruf (baik itu ikhwan maupun akhwat keduanya) niatnya memang harus sungguh-sungguh dan bukan untuk main-main atau hanya sekedar mencoba. Selalulah perbaiki niat dalam segala aspek kehidupan termasuk ta'aruf.
Ada suatu kondisi manakala akhwat tidak berani menolak sehingga apa yang utarakan menyatakan bahwa dia itu masih ragu untuk menolak dan menimbulkan benih-benih harapan kepada ikhwan yang ditolaknya. Dan ini tentu tidak baik untuk keduanya.
Alasan yang dilakukan oleh akhwat yang kesan katanya meragukan seperti ini :
maaf, akhi...bukannya aku menolak tapi...
atau dalam versi lain
maaf, akhi...bukannya aku benci tapi rindu...hehe
ya, tadi kata-kata seperti diatas memberikan kesan munafik...