Selamat datang di website kami, Haidar Khotir, semoga sajian kami bermanfaat

Ibadah Semalam Lebih Utama daripada 1000 Bulan


Ibadah Semalam Lebih Utama daripada 1000 Bulan. 

1000 Bulan = 30.000 Malam = Sekitar 83 Tahun Lebih 4 Bulan

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?.Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (QS. Al-Qadar [97] : 1-3)

Pahala ibadah pada malam qodr dijelaskan dalam hadits:

"Barangsiapa yang mendirikan (qaama) lailatul Qadr karena iman dan mengharapkan pahala (dari Allah), niscaya diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Kata qaama ("mendirikan") pada hadits di atas dapat diwujudkan dalam bentuk shalat, berdzikir, berdo’a, membaca al-Qur-an dan berbagai bentuk kebaikan lainnya.

Sumber : 
http://www.risalahislam.com
http://legacy.quran.com/
https://www.satujam.com

Menggapai Keikhlasan



Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap  perbuatan tergantung niatnya.  Dan  sesungguhnya  setiap  orang  (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.
(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang) .
Pelajaran yang terdapat dalam Hadits tersebut:

1. Amalan itu mencakup amalan hati, amalan lisan, dan amalan anggota badan.

Amalan hati adalah semua amal yang ada di hati, seperti : bertawakal kepada Allah, kembali kepada-Nya, takut pada-Nya dan sebagainya.

Amalan lisan adalah amalan berupa ucapan lisan, dan banyak sekali jenisnya. Diantara seluruh anggota badan, lisanlah yang paling banyak amalannya. Kecuali mata atau telinga.

Amalan anggota badan adalah amalan tangan, kaki dan lainnya.

2. Menurut Terminologi, niat adalah tekad untuk melakukan suatu ibadah demi mendekatkan diri kepada Allah. Niat adanya di hati, dan termasuk amalan hati, tidak ada sangkut pautnya dengan anggota badan.

3. Hendaklah seseorang melakukan amalan dengan ikhlas, hanya menginginkan pahala Allah dan surga dan sesuai tuntunan syariat.

4. Tujuan dari niat adalah untuk membedakan antara satu ibadah dengan ibadah yang lain, seperti mana ibadah yang sunnah dan mana ibadah yang wajib, atau untuk membedakan mana ibadah dan mana kebiasaan semata. 
 
Sumber : 
https://haditsarbain.wordpress.com/2007/06/09/hadits-1-ikhlas/
http://islamidia.com/wp-content/uploads/2016/09/Niat-dan-Keutamaan-Puasa-Dzulhijjah.jpg

Meraih Cinta Allah, Meraih Cinta Manusia


“Dari Abu Abbas Sahl bin Sa’ad Assa’idi radhiallahuanhu dia berkata : Seseorang mendatangi Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, maka beliau berkata : Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku sebuah amalan yang jika aku kerjakan, Allah dan manusia akan mencintaiku, maka beliau bersabda: Zuhudlah terhadap dunia maka engkau akan dicintai Allah dan zuhudlah terhadap apa yang ada pada manusia maka engkau akan dicintai manusia.”

(Hadits hasan riwayat Ibnu Majah dan lainnya dengan sanad hasan) .

Dari hadits ini bisa diambil pelajaran bahwasanya,

Zuhud ialah meninggalkan sesuatu perkara yang tidak bermanfaat untuk akhirat.

Zuhud terhadap dunia maksudnya ialah ketika kita berbuat kita bukan demi mendapatkan nilai duniawi tetapi semata-mata lillah. Sehingga sama saja baginya manakala mendapat pujian dan manakala mendapat celaan.

Zuhud terhadap apa yang ada pada manusia maksudnya ialah ketika kita berbuat tidak ada didalam hati kita keinginan dari perhatian terhadap sesuatu yang menjadi milik orang lain.

Bila seseorang tidak Zuhud maka ada kecenderungan menginginkan sanjungan seseorang dan pujian seseorang serta menginginkan pemberian orang lain dan inilah ulah tangan syaitan.

Kisah bujuk rayu syaitan kepada Adam dan Hawa,

“Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)".” (QS. Al-A’raf : 20)

“Maka Kami berkata: "Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka. Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang, dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya". Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?" Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.” (QS. Thaha : 117 - 121)

Rumus mencintai secara umum,

“Cintailah apa yang dicintai oleh yang kita cintai.”

Zuhud terhadap dunia menyebabkan datangnya cinta Allah, dan cinta Allah yang hanya dapat diraih dengan menunaikan hak-haknya.

Zuhud terhadap apa yang ada pada manusia menyebabkan datangnya cinta manusia yang hanya dapat diraih dengan menunaikan hak-hak manusia dan memperlakukan mereka secara adil dan baik.

Apabila kita bisa merealisasikan sikap atau perilaku zuhud dengan pengertian diatas maka kita akan meraih cinta Allah dan cinta manusia.

Referensi :
Kajian di Darush Shalihat, 
sumber gambar : http://youthproactive.com/wp-content/uploads/2014/02/Kata-Cinta.jpg

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes