Selamat datang di website kami, Haidar Khotir, semoga sajian kami bermanfaat

Tafsir Riyadhush Shalihin Materi tentang Sabar

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiallahu 'anhu, Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya Allah 'Azza wajalla telah berfirman, Jika Aku memberikan ujian kepada hambaKu dengan kedua matanya yang dicintai. Kemudian bersabar.Niscaya Aku akan menggantinya (Kedua matanya) dengan surga. 
(H.R. Bukhari 5653)

Hadits diatas merupakan hadits qudsi

Perbedaan antara hadits Qudsi dan Al-Qur'an diantaranya:

Hadits Qudsi tidak memiliki pahala sebagaimana pahala membaca Al-Qur'an

Hadits Qudsi tidak boleh digunakan dalam shalat

Ujian adalah sunnatullah

Allah memberikan ujian hasanat (berupa sesuatu yang disenangi) dan ujian sayyiat (berupa sesuatu yang tidak disukai)

Kenikmatan ada yang menjadi ujian atau hal yang tidak menyenangkan untuk orang lain.
misalnya: Tukang tambal ban,dokter dan Tukang gali kubur dsb

Yang dimaksud memberikan kedua matanya adalah dicabut nikmat atau dengan tidak bisa melihat.

mari kita sadari berapa banyak maksiat yang dilakukan oleh mata?

Imam An-Nawawi mengawali dengan dialog dengan guru
Dari Atha bin Abi Rabbah (salah seorang tabi'in yang dikenal sebagai ulama paling paham tentang manasik haji, berguru kepada para sahabat , dan juga kepada Istri rasulullah yaitu 'Aisyah radhiallahu 'anha).

Bercerita Ibnu Abbas radhiallahu 'anhumma , maukah aku tunjukkan kepadamu seorang wanita calon penghuni surga.

Atha bin Abi rabbah menjawab: Tentu saya mau.Ibnu Abbas radhiallahu 'anhumma berkata Wanita yang berkulit hitam ini datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian dia berkata sesungguhnya saya terkena ayyan/pengaruh Jin dan saya khawatir terkadang tersingkap (aurat pada saat hilang kesadaran).

Maka tolong do'akan untukku.Rasulullah bersabda,

Jika anda sabar dan jaminanya surga.

Dan jika anda mau aku akan berdo'a kepada Allah subhanahu wata'ala agar menyembuhkan.

Saya memilih yang pertama, saya bersabar.Saya khawatir jika lagi kambuh, auratku tersingkap.Maka do'akan kepada Allah supaya Auratku tidak tersingkap. kemudian Rasulullah mendo'akannya.
(H.R. Bukhari :5653)

Calon penghuni surga ,ada yang disebutkan sifatnya dan ada yang disebut nama-namanya.

Prioritas utama bukan pada fisik dan materi. Namun, pada urusan hati.

Pendukung agar tidak sabar : - Lingkungan tidak membuat sabar.

Penyakit fisik atau gangguan jin terkadang tidak sadar, merespon sesuatu dengan tidak wajar.

Orang yang cerdas berorientasi pada akhirat. Namun, hanya diminta sabar. Wanita berkulit hitam itu lebih memilih jaminan surga. Ini menunjukkan wanita ini sangat cerdas.

Dalam kondisi tersingkap tidaklah berdosa.Namun ,wanita berkulit hitam ini meminta Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk mendo'akan supaya pada saat penyakit itu datang pada dirinya supaya auratnya tidak tersingkap."Wanita itu memiliki Kemuliaan yang luar biasa".

Bagaimana Ibnu Abbas mengetahui bahwa wanita itu hitam Kulitnya?
Bisa dikenali lewat perantara (mendapat informasi dari istri atau kerabatnya)
atau Ketika penyakitnya kambuh tersingkap bisa terlihat karena tangan, kakinya..wallahu'alam bishshawab.

Referensi:
Kajian Ahad Sore, 9 September 2012 di Masjid Kampus UGM -Pengisi Ustadz Ridwan Hamidi-"Tema Tafsir Riyadhush Shalihin Materi tentang Sabar"
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrho2zSGlq9e-76nawMKs9aQU_nMscnYLOJRwwZNxEMeQ0mVhbZbhYSffE82_eSfXQ-O0LhPuXLbtSpApYv9jywQkmmmsPLqBWd-Aaxj3EXeceRwfYoCioQEkY41ApVdzfCdMhWXonUEcX/s1600/kaligrafi-islami-vector-designerlistic.jpg
 

Tafsir Al-Insan ayat 1-3

Allah berfirman, yang artinya:

Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.

Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.
(Q.S. Al-Insaan:1-3)

Sesi Tanya Jawab:

Hidayah itu ada 2 yaitu:

Hidayatul Irsyad (yang diperoleh dari seseorang) dan Hidayatut Taufik (Semata-mata datangnya dari Allah)

Aqidah Asy-Syar'iyah (Termasuk aqidah yang perlu diluruskan)

Sebagai contoh: mensifati Allah tetapi juga dibatasi, buka saja Al-Qur'an jika dihitung asmaul Husna itu lebih dari 20. dalam aqidah ini tidak dikenal ar-rahman dan ar-rahiim.

Dalam Aqidah Asy-Syar'iyah menolak hukum sebab akibat,
misalkan:"Jika batu dilempar ke kaca, maka kaca pecah  dan Allah yang melakukannya dan kebetulan pas batu itu nempel ke kaca".

Apakah Imam Syafi'i mengikuti Aqidah Asy-Syar'iyah?
Beliau Imam Syafi'i tidak mengikuti Aqidah Asy-Syar'iyah.

Kaitan Hidayah dan syukur?

Ketika mendapat petunjuk, bentuk syukur mengikuti dan menetapi, mintalah keteguhan dan istiqomah supaya ia tidak bergeser, Istiqomah diatas petunjuk.

Referensi:
Kajian Ahad pagi, 9 September 2012 di Masjid Kampus UGM di pindah ke Masjid Mujahiddin-Pengisi Ustadz Ridwan Hamidi-"Tema mengenai Tafsir Surat Al-Insaan ayat 1-3"
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbp88LTkVz7LyzdIfE_9vQRJHk2YUrP5vEVmrw8Q88pCDUz-W82nUwZKjxJS93KSIGQPztnWvpcvP5BGE7zr0miHweelIP9mtAfuUgFzQCl1aTi0WPRudY8sbr19tYGKUEN0k4xWWcZWaR/s1600/2736860-alhambra-fortified-wall-in-granada-spain-europe.jpg

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes