Selamat datang di website kami, Haidar Khotir, semoga sajian kami bermanfaat

Pasang Surut Keimanan


Pemuda dalam Dinamika Keimanan

Pemuda sekitar umur 15-40 tahun menurut Imam Syafi'i.

Ketika seseorang berniat untuk masuk dan untuk menyelami disuatu perguruan tinggi ataupun bidang yang mau digelutinya maka senantiasa untuk selalu meluruskan niatnya itu.

Kita bisa menilik hikmah dibalik kisah ashabul kahfi yakni :
Menyelamatkan keyakinan mereka dari penguasa yang zhalim.

Sekiranya akal tidak mengalahkan keyakinan dan amal dimulai dari niat.

Ketika hendak tidur dan bangun kita, kita diingatkan supaya berdo'a akan tidur dan bangun tidur memberikan hikmah tentang hakikat memperbaiki iman.dan niat untuk senantiasa menyempurnakan iman.

Suatu pertanyaan, Siapa hari ini yang bangun dengan mental Juara (yakni bangun sebelum ataupun ketika subuh) ?

Dan apakah sebaliknya, bangun dengan kondisi malas, malas untuk menggerakkan kaki, dan tercerminkan dengan tidak ada niat yang tulus untuk menyempurnakan iman.

Terkadang kita berdo'a seperti kaset (diputar ulang), dan bagaimana bisa ?
saat berdoa hendaklah yakin bahwa Allah subhanahu wata'ala mendengarkan do'a kita ,sehingga ketika berdo'a kita bisa menjadi semakin sungguh-sungguh.

Ketika menghadapi perkara hendaklah sabar untuk menerima.

Tahukah anda keajaiban dunia yang nomer ke 8 ? adalah Orang beriman karena apa orang beriman itu sunguh menakjubkan.

Ketika Ust. Budi melamar menjadi dosen di uii , apa yang menjadi alasan dosen itu melamar pekerjaannya tersebut ? Beliau menjawab disana (uii) islam bisa saya perjuangkan.

Ketika saya dulu kuliah di jepang dan niat apa yang terlintas dibenak saya ?kata Ust. Budi.
niatnya adalah Dakwah ke Negeri orang-orang kafir, sehingga dia (Ust. Budi) berkeyakinan bahwa supaya dibisa seperti saya (memeluk agama Islam yang rahmatallil'alamiin).

Di jepang : Ketika melihat orang yang disana bahwa orang-orang jepang disana itu mempunyai mimpi. Sedangkan orang-orang di Indonesia masih muka-muka orang yang bermimpi.

Secara statistik : angka kematian di jepang sekitar 78 ribu per tahun disebabkan bunuh diri.
Tempat favoritnya adalah di jalan, di rel kereta api (misal : sinkansen)

Pengalaman ketika kuliah di Jepang.

Ketika disana maka ada suatu tips yakni haruslah disiplin, disana sangat dituntut untuk disiplin. Pada suatu ketika ada suatu mahasiswa yang kemudian terlambat untuk mengumpulkan tugas yang terakhir, dan hanya diperbolehkan untuk mengulang ditahun yang akan datang. Dan karena memang karena tidak ada oase keimanan di orang tersebut maka yang terlintas adalah perlakuan atas dirinya untuk bunuh diri dan jadilah bunuh diri, bener memang kalau disana bunuh diri banyak terjadi di kereta api super cepat.
Ketika saya bekerja disana , standar kerja disana 12 jam/hari, bahkan bisa lebih dari 12 jam/hari.

Pernah saya bertemu dengan seorang teman di Jepang, saya ajarkan ke dia suatu cara bahagia yakni : Setiap dia ada kesusahan maka setiap itu pula ia mengucapkan "Laa Illaha Illallah"
Bagi dia seperti obat , dia membaca 100 hari pagi dan 100 hari ketika sore.

Ada suatu trik , dulu saya ketika puasa disana , supaya bisa menjaga pandangan (Ghadhul Bashat) saya harus Berangkat Pukul 6 Pagi (waktu sana) dengan kereta.

Ada suatu pelajaran berharga lagi adalah "Ketaatan (Egaliter) Kohai kepada Senpai"

Petikan kata-kata:

Keyakinan adalah nilai yang sangat berharga.

Memperbaharui Iman yang paling sederhana adalah memaknai kembali Laa Illaha Illallah dalam kehidupan kita.

Referensi :
Kajian di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta dalam Rakerwil 4 (II) JRMN - 6 April 2013 pembicara Ust. Budi Syah Putra (Dosen Kimia UII Yogyakarta).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjicFCNLRIyizZoZfs3rKarUCg_kqR05lIbhvtQkaR35qJSk549Gj_WNVXVhy3zkAf8D7hOJkY57MGe4CvJqYxncnaF8YaS1VwnIsqi3AI-T7weGHRoLsCrR1JozpOFVhlBazk1vMzfoow/s1600/keimanan-adl-pembeda.jpg



0 komentar:

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes