Selamat datang di website kami, Haidar Khotir, semoga sajian kami bermanfaat

Sukses Memanfaatkan Waktu


Menggapai sukses tidaklah mudah, membutuhkan perjuangan dan dibalik perjuangan itu ada pengorbanan.Perjalanan sukses terkadang harus panjang, terkadang harus berjibaku dengan derasnya ujian yang terasa lama, sepertinya tidak segera selesai.Tapi insya Allah jika kita berikhtiar dengan lahir dan ikhtiar batin maka kesuksesan itu akan didapat.

Oleh karenanya satu diantara faktor suksesnya pelajar adalah bagaimana menggunakan waktunya, bagaimana dalam memanfaatkan waktu.

Allah berfirman dalam surat Al 'Ashr ayat 1 : "Demi Masa".

Kita harus pahami bahwasanya parameter "masa atau waktu " sangat-sangat menentukan apakah seseorang itu akan mendapatkan keuntungan atau kerugian.

Maka diperlukan bagaimana cara kita di dalam memanfaatkan waktu, berikut diantaranya :

1. Kita harus menyadari nilai waktu dan menyadari bahwasanya waktu itu terbatas.


Nilai waktu itu terletak sejauh mana kita di dalam mempergunakannya, maka mari-mari kita pergunakan waktu untuk sebagaimana di dalam surat Al 'Ashr ayat 3. yakni menggunakan waktu (masa) itu untuk memperbaiki iman kita hingga akhirnya iman kita semakin baik yang caranya yakni dengan senantiasa mengerjakan atau melakukan aktivitas yang kita jalani sebagai amal shalih, dan kita ketahui bahwasanya didalam proses hidup kita iman kita "yazidu wa yanqusu" makanya memang perlu adanya saling nasehat-menasehati didalam kebaikan dan kesabaran. Supaya tidak menjadi rugi sebagaimana surat Al 'Ashr ayat 2.

2.Menentukkan sasaran

Menentukkan tujuan dapat menghasilkan banyak manfaat, dan membuat manusia beraktifitas dalam kehidupan ini berdasarkan petunjuk dan sebaliknya manusia yang hidup tanpa tujuan adalah laksana kapal yang berlayar di lautan dengan tanpa nahkoda, akan diombang-ambingkan ombak.

3. Seseorang harus bersungguh-sungguh dan penuh keikhlasan agar sampai kepada tujuan

Kita pernah dengar, kata-kata semangat yang ada di novel 5 menara ,apa? masih ingatkah ?

ya, "Man Jadda Wajada" ( "Siapa yang sungguh-sungguh, pasti akan berhasil"). okeh semoga pepatah yang ibarat mantra ini mampu membuat anda semangat memulai aktivitas.

4. Tepat waktu

Mengulur-ulur waktu akan membawa kepada salah satu dari dua natijah (konklusi):

Pertama, tergesa-gesa dalam pekerjaan dan tidak teliti; untuk menggantikan wakut yang hilang.

Kedua, memakan waktu yang sebenarnya diperuntukkan untuk tugas lainnnya.

5. Jangan menunda-nunda

Pekerjaan yang tertunda jarang bisa dikerjakan dan kalaupun dikerjakan, maka jarang sekali dapat dikerjakan dengan baik seperti halnya kalau dikerjakan tepat pada waktunya.

6. Pandai Memanfaatkan waktu senggang dan Istirahat

yang dimaksudkan ialah hendaknya kita mempergunakan waktu istirahat dan waktu luang tersebut supaya kita lebih mampu bekerja lagi.

7. Kita harus tahu bagaimana memulai pekerjaan

Ini masalah terberat yang dihadapi seseorang; sebab berapa banyak wakut yang terbuang percuma untuk memikirkan hal itu.

::Anda melihat seorang pelajar::

sebagai contoh: ingin mempelajari pelajarannya. Ia berpikir, pelajaran apa yang harus ia mulai. Ia berpikir akan memulai dengan kitab ini atau kitab itu. kemudian pikiran itu menyulitkannya, akhirnya ia memutuskan untuk membaca selainnya. Demikian seterusnya.

Ia telah mempergunakan waktu lama sebelum memulai dengan sungguh-sungguh

Memang memulai sesuatu itu biasanya sulit, karena kurangnya berlatih. Atau karena manusia itu, dengan memulai sesuatu, berarti berpindah dari kesantaian yang menyenangkan menuju pekerjaan yang berat.

Maka yang terbaik ialah segeralah memulai !

Referensi :
Pribadi & Buku : Menumbuhkan Optimisme, Motivasi dan Hambatan oleh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd.

Adab-Adab Mempelajari Ilmu

  
 
Sebenarnya berat saya untuk mengutarakan perihal adab dan akhlak, karena saya akui bahwa saya sebagai manusia masih gagal, dan sebenarnya itulah kelemahan kita, yuk berbenah.

Sebenarnya judul ini hanya untuk meringkas, aslinya adalah Adab-adab orang yang mempelajari dan menghafal Al-Qur'an dari Imam An-Nawawi. berikut Adab-adabnya :

Ketika seseorang datang belajar kepada gurunya ataupun dosen,

a. Sebagai murid kita harus betul-betul memperhatikan kebersihan, kerapian pakaian dan sikap kita saat berada di suatu majelis ilmu kalau dalam tataran mahasiswa dalam forum keilmuan seperti: kuliah, atau mengaji atau bisa juga halaqah mentoring.

Sebelum mengikuti suatu majelis memang harus mandi, siwak.

kita di dalam suatu majelis atau forum keilmuan harus mengosongkan hati dan pikiran yang mengganggu fokus kita di dalam proses belajar yang kita lakukan.

b. Ketika kita terlambat menghadiri dalam suatu forum keilmuan dan sudah banyak teman kita yang menghadiri. hendaklah kita mengucapkan salam kepada yang hadir duluan dan kepada guru kita secara khusus. begitu juga ketika kita pulang terlebih dahulu semisal karena ada keperluan.

"Kalian tidak akan masuk surga sebelum kalian beriman dan kalian tidak beriman sebelum kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan pada sesuatu yang apabila kalian lakukan kalian akan saling mencintai? Tebarkan salam diantara kalian."

Redaksi hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah dalam Kitab al-Iman, Bab Bayaan Annahu Laa Yadkhul al-Jannah Illaa al-Mu'min...: 81.Hadits diatas seakan menjelaskan kepada kita bahwa dengan menebarkan salam --> saling mencintai --> menumbuhkan keimanan --> akhirnya ialah masuk surga.

hmm, yo kita jangan malu-malu untuk mengucapkan salam ^^

c. Jangan melangkahi pundak teman jika ingin mencari tempat duduk dan mengambil tempat (cari tempat) ya sedapatnya saja yang ditemukan saat itu.

- ketika kemudian dipersilahkan oleh guru kedepan, tidak mengapa mengambil posisi di depannya teman kita (maaf bergeser sedikit).

- saat dia tau bahwa teman kita mempersilahkan ke depan ya tidak mengapa.

- Meskipun dia orang yang dihormati, hendaklah di tempat dia(jika datang mendapati yang didepan udah penuh, ya dibelakang), jangan sampai menyuruh orang lain untuk meninggalkan tempat lalu kita tempati tempat tersebut.

Ibnu Umar, meskipun beliau datang terlambat kemudian orang yang duduk mempersilahkan duduk di tempatnya beliau tidak mau. Beliau mengatakan "Anda lebih berhak karena datang terlebih dahulu."

{maka kita lihat bahwaanya islam itu indah dan saling menghormati-menghargai}

- Saat datang terlambat dan ada kebaikan dalam menempatkan dirinya di depan maka tidak mengapa. Untuk membawa manfaat untuk orang yang hadir atau kalau gurunya menyuruhnya.

d. Tidak boleh duduk ditengah-tengah majelis atau lingkungan majelis kecuali jika kondisinya terpaksa (dan ini bukan suatu alasan yang dibuat-buat memungkinkan perbuatan tersebut, tapi murni terpaksa).

e. Tidak boleh menyela dua orang yang duduk tanpa seizin keduanya.

f. Jika dia memberi kelonggaran atau kesempatan maka hendaknya dia duduk secukupnya (bukan semena-mena munmpung dikasih kelonggaran, dan bukan menyempit-nyempit tempat yang sebenarnya masih longgar).

Rasulullah bersabda, "Ilmu diperoleh melaluibelajar, dan kesabaran diperoleh dengan berlatih sabar. Orang yg memilihkebaikan akan mendapatkannya dan orang yg menjauhkan diri dari kejahatan pastiakan dilindungi darinya. "

Rasulullah SAW bersabda : “ Jika Allah menghendakikebaikan kepada seorang hamba Nya maka akan ditimpakan kepadanya musibah, akanditunjukkan aib dirinya dan akan dipahamkan akan urusan agamanya “.

g. Ketika duduk dihadapan guru, hendaknya sikap duduknya adalah sikap duduk orang yang mencari Ilmu (Jangan kakinya menyila dalam kondisi yang tidak sopan) dan seperti inilah yang diajarkan.

h. Ketika menyampaikan pertanyaan (berbicara atau berdiskusi) hendaknya tidak bicara dengan keras (bicaralah secukupnya) karena dia berada pada majelis ilmu dan juga tidak asal bicara dan cekikikan dalam majelis ilmu tersebut.

i. Seorang murid ketika sedang mengikuti pengajian atau forum keilmuan atau proses belajar mengajar, Jangan banyak berbicara kecuali ada keperluan.

j. Tidak juga sibuk dengan tangannya, kakinya juga ribut atau lempar sana sini, noleh sana sini kecuali ada kebutuhan. Ini dilakukan supaya bisa terkonsentrasi.

k. Hendaknya pandangan fokus dan telinganya fokus (kita harus belajar dengan audio dan visual), dan benar bahwa menurut penelitian saat ini jika audio dan visual dimaksimalkan maka akan menampung atau menyerap informasi dengan daya serap tinggi, benar juga kata imam an-nawawi.

l. Jangan meminta diajari guru (saat berkonsultasi atau dalam belajar mengajar) ketika gurunya sedang disibukan dengan hal yang lain seperti: tidak mood, dia mungkin pikirannya kemana-mana , gundah, terlalu senangnya atau ketika kelaparan , sedang haus, gelisah atau sedang tidak konsentrasi sehingga tidak optimal didalam proses mengajarkan.

m. Pandai-pandai mendapat waktu yang tepat sehingga optimal (baik dari sisi waktu dan tepat) dalam proses pembelajaran.

n. Sabar dengan sikap guru ataupun dosen (seperti kasus : ditunggu padahal tidak datang, dan kita yang butuh memang harus sabar), dengan syarat dosen tidak semena-mena dan tidak suka menuntut atau saling menuntut.

o. Ketika menjumpai guru ataupun dosen yang tidak sesuai dan tidak menarik (katakan : "namanya juga manusia, pasti ada kekurangan-kekurangan) atau ada kekurangan dalam metode pembelajaran..hendaklah sabar. kadang mungkin ada sebagian berfikir murid ..cari guru di tempat yang lain aja sampai lepas guru sana lepas guru sini,hehe ada-ada aja..dan belum tentu juga yang lain itu lebih baik, belum tentu.
(Adab mencari ilmu) Imam Asy Syafi’i rahimahullah mengatakandalam risalahnya,

Pertama, sangat semangat untuk menambah ilmu.

Kedua, sabardalam meraih ilmu.

Ketiga, mengikhlas niat karena Allah Ta’ala dalam mencari.Keempat, memohon pada Allah agar mudah mendapatkannya.


p. Jika sepintas dia (dosen ataupun guru) keliru dalam mengatakan suatu materi (dengan tidak ada maksud untuk keliru), 'namanya juga manusia masih banyak kemungkinan untuk keliru' dan itu adalah perbuata guru maka sebagai murid seharusnya ialah berkhusnuzhan dan bersabarlah.

{Jika kita belum mau bersabar, maka taufik akan ilmu tersebut susah untuk diraih, dan memang untuk bisa mendapatkan ilmu kita harus merasa rendah hati dan bertawadhulah dihadapan guru dan jangan merasa sombong}

q. Jika terjadi silang pendapat dengan guru sampai berlanjut. hendaklah kita sebagai murid yang pertama kali minta maaf dan jangan merasa hebat, walaupun yang alah adalah gurunya. jangan mudah untuk menyalahkan guru , bertawadhu dan rendah hatilah sehingga disitulah ada kedekatan rasa cinta kasih pun terjaga.

Imam Syafi'i berkata,

Bersabarlah terhadap pahitnya sikap guru
Sebab gagalnya ilmu karena menjauhinya
Barangsiapa yang tidak merasakan pahitnya belajar sesaat pun
Maka kegagalan ilmu menjemputnya.

Barangsiapa tidak meneguk pahitnya belajar sesaat.
Maka ia akan meneguk pahitnya kebodohan selama hidupnya
Barangsiapa yang kehilangan kesempatan belajar pada masa muda
Maka bertakbirlah atasnya empat kali karena kematiannya.

{Orang yang bersabar dalam menggapai ilmu, hasilnya di dunia dan akhirat ialah kemuliaan}

::: Adab-adab diatas intinya berupa anjuran dan semoga kita bisa mengamalkan :::

Referensi :
kajian di Mustek UGM, 22 Oktober 2013
http://2.bp.blogspot.com/-tNMYwywxcRY/UJed3qPqLEI/AAAAAAAACLs/UP7vnz7Xk2E/s1600/ilmu.jpeg
http://www.hadila.com/member/index.php?do=home&&cat=5&&bet=9
https://www.facebook.com/MariSampaikanIslamDenganCinta/posts/163319200484500

Jangan Takut Jadi Pribadi Baik

Ketika Seseorang dihadapkan pada kondisi "mana yang kita pilih ?"

- Melakukan sebab untuk kehidupan yang baik.

- Melakukan sebab yang baik untuk kehidupan.

Pilihlah, melakukan sebab yang baik untuk kehidupan.

Ternyata kita masih...

Ternyata kita tak benar-benar ingin menjadi orang baik.

Tenyata kita benar-benar tak ingin menjadi orang baik.

Syarat untuk bisa menjadi orang yang baik yakni,

- Mengerti bahwa hidup yang sesungguhnya bukanlah di dunia, melainkan di akhirat.

- Menyadari bahwa orientasi hidup kita di dunia adalah tenang di dunia , senang di akhirat.

- Merasakan manisnya amal akhirat , getirnya amal dunia * dan pedihnya amal dosa **.

* yakni amal yang ada manfaatnya untuk akhirat yang dilakukan di alam dunia.
** yakni amal dunia yang tidak ada manfaatnya di akhirat.

Bagaimana cara menjadi orang yang baik, yakni :

"Melihat apapun dengan hati".

Penjelasan :

Hati memiliki kemampuan yang sangat prima untuk melihat dan merasakan bahwasanya hidup yang sesungguhnya adalah hidup di akhirat.

Yakni hidup dengan amal-amal akhirat itu mengalami kebetahan, namun saat disandingkan dengan amala dunia bisa menjadikan seseorang menjadi tidak betah , walaupun itu belum haram atau makruh namun masih dalam batasan mubah, semisal nonton sepak bola, nonton konser, dst.

Dan pada saat "Hati ini hidup" maka seseorang akan mampu melihat perbedaan antara baik dan yang buruk dengan kacamata hati.

Diantara yang membuat hati ini menjadi keruh bahkan sampai mati ialah penghalang hati.

Berikut Penghalang hati ,

- Kesenangan Dunia

Maksudnya, apa saja yang menyenangkan saat hidup di alam dunia ini, tapi tidak ada manfaatnya untuk hidup di alam akhirat nanti.

Kesenangan dunia disini mampu membuat seseorang tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, dan jika sampai tertutup akan kesenangan dunia, seseorang semakin tidak mampu lagi melihat dengan hati.

"Yang buta itu bukan mata kepala, namun yang buta itu ialah mata hati."

Memandang lebih Jeli lagi tentang kesenangan dunia, Kesenangan dunia itu bisa saja bukan suatu dosa, dan kesenangan dunia itu tidak ada manfaatnya.

- Hawa Nafsu

adalah setiap dorongan yang membuat manusia ingin melakukan yang diingini oleh nafsunya, yaitu keburukan.

"Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(QS. Yusuf : 53)

Hawa Nafsu yakni "keinginan atau dorongan" akan Nafsu

Serupa dengan Kesenangan dunia, mereka sama-sama membuat mata hati tak mampu melihat jika telah dikuasai olehnya.

- Syubhat Jiwa.

adalah setiap dosa dan ma'shiyat yang membuat jiwa manusia tidak bisa lagi merasakan nikmatnya kebaikan dan getirnya keburukan.

Referensi :
Kajian di Darush Shalihat oleh ust. Syatori Abdurrauf @ 17 Oktober 2013
http://inspirably.com/uploads/user/4341-jangan-sekali-kali-kita-meremehkan-sesuatu-perbuatan-baik-walaupun_380x280_width.png

Kan Kukejar Rumah Surga II


Ketika Suami mengalah

Suami yang mengalah adalah suami yang sejatinya ideal, kita pahami bahwasanya perasaan untuk mengakui saya bersalah (apalagi jika tidak salah) itu berat sekali.

Dan sejatinya yang paling baik diantara suami dan Istri adalah yang paling cepat mengalah dan memaafkan.

Tidak bisa orang lari dari rasa bersalah (ketika dia salah), karena tidak akan bisa untuk mengelaknya secara batin.

Laki-laki dan perempuan berbeda, hmm

Laki-laki dan perempuan berbeda, dan laki-laki suka menganggap penting keahlian (dan tidak mau dilecehkan atau diremehakan sekalipun oleh istri) adalah suatu hal yang terpenting sedangkan perempuan itu menganggap penting akan kebersamaan.Itu makanya yang ada, malah lebih banyak adalah pengajian ibu-ibu dibanding bapak-bapak (karena perempuan itu suka kumpul/kebersamaan).

Ketika suami istri bertengkar, maka sebagai istri harus memahami bahwa jangan banyak mengatakan atau menyinggung keahlian (melecehkan keahlian suami), sekiranya suami mengatakan jelas-jelas tahu bahwa dirinya salah.

Kasus 1 :

Suami dan istri dalam perjalanan untuk menghadiri acara undangan dengan mengendarai mobil, ditengah jalan suami bingung jalannya sebelah mana ya?,Kemudian
Perempuan itu suka memberi nasehat tanpa diminta (dengan tanpa ada maksud untuk menyalahkan) , dan ini sering disebut "konselor" atau cerewet, dalam batin dan rasa suami seperti ada ucapan "payah bener kamu, suami yang tidak bisa diandalkan". yakni nasehatnya adalah untuk bertanya jalan. Namun terkadang ada ego ..ah cari dulu (menganggap penting keahlian, laki-laki menganggap saya sudah tahu, jangan diberitahu)..sampai kemudian sudah lelah cari jalan .. baru kemudian suami menyadari untuk bertanya, hehe.

Jangan pernah memarahi cerewetnya perempuan , hal ini membuat herannya suami.
Dan ketika melihat suami kok lebih banyak diam, hal ini pun membuat herannya istri.

Laki-laki merasa dicintai kalau dipercaya, wahai para istri berilah dia kepercayan, keyakinan dan keteguhan.
dan perempuan itu merasa dicintai kalau diperhatikan, wahai para suami berilah dia perhatian, kelembutan dan ngobrollah dengan mereka.

Jangan sampai istri merasa tidak diperhatikan, gara-gara suami tidak bisa diajak ngomong. (ini memberikan kesan istri tidak diperhatikan).

Kasus 2 :

Ketika suami pulang dari kesehariannya bekerja, pada saat  itu suami cemberut ( dalam batin istri jangan-jangan nih aku yang salah).

Ketika tidak suka pada perbuatan suami. maka istri pilihlah tujuan untuk mengubahnya bukan untuk memarahinya.

Kasus 3 :

Istri berharap kepada suami untuk menganternya sekitar jam 15.30. Seperti biasa 'mungkin bisa dikatakan benar bahwa laki-laki terkadang agak kekanak-kanakan' masih asyik-asyiknya bermain game di laptopnya (permainan).Karena tidak digubrisnya (dicuekin) perkataan istri, menjadikan istri marah. sampai kemudian istri mengatakan game itu bla bla bla (dengan cerewetnya). di dalam batin suami (dikira aku tidak tahu, aku lebih mengerti dari pada kamu).

Bagaimana cara menasehati suami, caranya?

Katakanlah kepada suami, Asyik ya main game, di save dulu aja, habis itu lanjutin bisa juga bareng denganku.

{namun sejatinya adalah permainan game itu kalau terlalu sering itu bisa menjadikan suatu yang melalaikan, melalaikan akan waktu}

Kasus 4 :

Kenapa majelis laki-laki dibanding majelis perempuan (jamaah ibu-ibu) lebih sedikit ?

Karena tadi secara naluriah memang istri, lebih senang acara kebersamaan apalagi kemudian kajian, walaupun kajiannya mirip itu-itu aja (kata suami). Kalau suami dengan naluriahnya sebagai laki-laki kalau sudah pernah, kan kemarin udah itu masa itu lagi.walahu a'lam.

Kasus 5 :

Setting : Suami dan istri dalam perjalanan untuk menghadiri acara undangan dengan mengendarai mobil,
Laki-laki jika Fokus mengendarai mobil maka dia tidak mendengarkan istrinya yang berusaha ingin ngobrol dengan dirinya. Namun jika laki-laki fokus mendengarkan istrinya bisa-bisa salah jalan. Karena memang laki-laki tidak bisa memikirkan (Fokus) pada banyak hal secara maksimal, kalau perempuan lebih bisa melakukan itu.

Suami, Istri dan Teknologi

Tips :

Mengedepankan komunikasi langsung atau bisa dikatakan verbal. Dan jangan mengunakan teknologi HP. Jangan sampai saling alienasi (saling asing) dalam keluarga.

Maka memang membutuhkan kesepakatan di Keluarga:

Singkirkan gadget (jangan sampai antar anggota keluarga, kita nih dalam keadaan berkumpul tapi masih di alam gadgetnya masing-masing (twitter,fb, Kakao Talk, Line, WhatsUp, Instagram, dsb).

Jangan sampai menjadi Zombie Family (contoh kasus : tiga tahun menikah jarang bahkan tidak pernah ngobrol, malah BBM (BlackBerry Massangger) -an).

Rektor di suatu universitas pernah ngobrol dengan saya (ust. Cahyadi) bahwa :

Handphone bisa membawa manfaat dan mudharat, membawa manfaat dengan keluarga jika BBM-nya pesannya dihapus, tapi bisa membawa mudharat jika sampai lupa dihapus pesan BBM-nya (kecemburuan, dan sangkaan bisa juga terjadi padahal tidak ngapa-ngapain).hehe

Teknologi itu membantu kita banyak hal, namun seakan kita tidak bersama.

Ada apa dengan Jepang ?

Salah satu yang tertinggi angka bunuh dirinya adalah di Jepang. Sebab utamanya adalah orang jepang merasakan kesendirian, teknologi tidak bisa membunuh kesepian, teknologi tidak bisa menuntaskan rindu walaupun dengan chatting-an.

Angka Harapan Hidup

Pelukan suami dengan memeluk istrinya, maka itu menambah angka harapan hidup istri satu hari, maka semakin sering dipeluk akan bertambah sesuai harinya. Bisa jadi Ibu-ibu lebih cepat tua karena jarang dipeluk oleh suaminya (namun ini tidak berlaku untuk yang pacaran atau hubungan antara laki-laki yang belum menikah..itu tuh maksiat, dosa dan menjerumuskan ke neraka.na'udzubillah).Karena pelukan itu gratis, tidak bisa diwakili apapun dan siapapun ataupun digantikan dengan teknologi atau orang lain (itu tidak boleh).

Kesepakatan Keluarga

Kesepakatan di rumah tidaklah berlaku seumur hidup, dan harus ada evaluasi (ibarat organisasi). Ketika ada kekurangan itu antara suami dengan istri (harus ada kewajiban yang di usung antara suami dan istri). Sesuai dengan ketentuan. Dan memang harus ada evaluasi terus-menerus.

"Keluarga adalah organisme hidup yang cirinya adalah tumbuh dan berkembang." dan inilah kata kuncinya suatu kesepakatan harus tumbuh dan berkembang.

Contoh suatu kesepakatan :

Misalkan, Di awal-awal rumah tangga : saya suami bagiannya adalah memasak dan ke pasar, sedangkan istri mencuci pakaian dan perabotan rumah tangga dan juga bersih bersih ruangan. Kemudian kalau lagi istri hamil gimana ?, itu bermain peran juga, dan evaluasinya kesepakatan selalu berubah, kemudian ketika punya anak satu gimana? dst (itu harus mencirikan tumbuh dan berkembang).

Meminta Maaf

Meminta maaf harus verbal, kata maaf itu hanya untuk orang yang bersalah jangan sampai karena permasalahan sampai menyewa hakim segala hehe, kecuali pelanggaran syariah.

Miss Communication

Masa gara-gara miss communication ataupun tersinggung, masa itu harus menunggu siapa yang salah dulu. jangan sampai adakata kan belum tentu tuh salah, atau sejenisnya. Langsung saja meminta maaf. Karena siapa yang duluan minta maaf dia yang paling baik akhlaknya, cung ^^.

Ta'aruf

Ta'aruf itu harus diisi bareng-bareng daftar pertanyaannya dan yang paling baik adalah yang paling detail, semakin detail semakin baik. Namun jangan sampai dibentuk suasana yang terkesan Interogatif.

Bagaimana Cara Meminta Tolong ?

Istri itu senang ketika ada pekerjaan rumah suaminya langsung membantu tanpa harus mengatakan, responnya cepat.^^

Kasus 6 :

Ketika kemudian suami diminta oleh Istri untuk mencari benda (maka bentuk pandangan laki-laki adalah mengamati (mengerucut), identifikasi , berbeda dengan perempuan dalam mencari/ melihat benda , mereka menyebar). Dan kasus ini membuat istri greget, suruh cari benda aja belum ketemu. lah disini kok. ^^

Hipersensitif

Hipersensitifnya suami ketika dia di PHK namun masih belum menemukan aktivitas atau bekerja. Serasa tidak/ belum bisa mencukupi kebutuhan hidupnya.

Hipersensitifnya istri ketika dia belum memiliki anak, namun sering ditanyakan sana-sini.

Kasus 7 :

Penghasilan Istri lebih besar ketimbang suami itu bisa menimbulkan penyakit hati yakni menyebabkan dirinya serasa lebih independensi.

Ketika menikah, perempuan itu harus merelakan sebagian dari independensinya kepada laki-laki (suaminya).
Semandiri-semandirinya istri harus merelakan sebagian independensinya, karena dengan itu Suami anda akan menjadi 'pahlawan untuk istri dan keluarganya', so sweet ^^.

Coba saja :

Laki-laki memang bisa menjamin semua kebutuhannya, namun laki-laki tidak bisa menjamin hidupnya. begitu kemudian di rumah sendiri , mereka pasti akan merasakan kehilangan istrinya dirumah. Laki-laki tidak bisa sendirian, mending meninggalkan (untuk bekerja) dari pada ditinggalkan (jadi suami rumah tangga hehe).

Kasus 8 :

Melarang istri bekerja atau tidak, ini adalah pertanyaan ?, Laki-laki bisa menjamin semua kebutuhan untuk keluarganyadan dirinya. Namun, kalau laki-laki duluan yang meninggal itu gimana ? setidaknya mereka mempunyai kemandirian setelah suaminya meninggal, kan kita tidak tahu. Memang perlu ruang kemandirian untuk istri, namun tidak memunculkan ego independensi (baca kasus 7).Namun saya seneng kata Ust.Okrizal kurang lebih : "Ibu Rumah tangga itu hebat, pendidik generasi yang hebat dan pencetak peradaban".hehe ^^

Referensi:
Terinspirasi Manajemen Komunikasi Antara Suami Istri (Ust. Cahyadi Takariawan) di Masjid Mardliyyah @ September 2013.
http://1.bp.blogspot.com/_t2f64Kq-9uA/TP4zXqIggbI/AAAAAAAAAA4/_pa_RFHKuM0/s1600/suami+istri.jpg

Pentingnya Karakter Baik dan Kuat dalam Kehidupan


“ Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dari pada mukmin yanglemah dalam setiap amal kebaikan.“ (Diriwayatkan oleh Muslim didalam Kitab al-Qadar, bab. Iman lil-Qadari wal-Idz’aan lahu).

I. Karakter baik dicirikan oleh :

Ikhlas
Jujur
Tawadhu

II. Karakter kuat dicirikan oleh :

Berani
Disiplin
Tenang

A. Berani

Berani yang dimaksud bukan maksudnya Berani melawan orang lain, namun bernai melawan diri sendiri dari hawa nafsu dan subhat.

Berani disini memiliki maksud juga yakni berani menjatuhkan pada pilihan yang terbaik walaupun pilihan tersebut tidak disukai. Dalam suatu tindakan memang perlu suatu pertanyaan: apakah ini untuk kesenangan dunia atau kesenangan akhirat ?

Berani juga dalam memilih kesenangan ukhrawi meski melepas kesenangan duniawi yang ia sukai yakni dengan memahami  tanda-tanda di alam.

Deskripsi :

Kita itu berjalan pada suatu jalan yang berliku-liku kemudian jalan diujungnya buntu tinggal kita memilih arah yakni arah ke kanan itu menuju surga dan arah ke sebelah kiri itu neraka, maka kita memilih jalan menuju kearah surga dan menjauhi neraka, semakin mendekati jalannya ke surga maka harapannya adalah semakin jauh meninggalkan pengaruh yang membuat kita bisa berbelok ke neraka, dan untuk menuju ke surga dibutuhkan "tha'at ma'rufah" , yakni dengan tha'at yang baik dan ma'rufah yang harus kuat.maka dibutuhkan dua karakter seorang muslim yang ideal yakni baik dan kuat.

B. Disiplin

Disiplin hanya bisa dilakukan oleh orang yang terbiasa disiplin

Jika orang itu Disiplin maka dia pasti kuat, dan pastilah disiplin itu melahirkan karakter kuat.

Tiga perilaku Disiplin, yakni :

a. Waktu

Tidak boleh waktu berlalu tanpa kebaikan yang kita lakukan dan dapatkan dari kebaikan tersebut.

Kita memang harus mepunyai jadwal kebaikan, yang jadwal itu dilakukan secara disiplin.

Dan akhirnya kita bisa/akan disiplin tentang waktu.

b. Tempat

Tidak boleh meninggalkan suatu tempat, sebelum kita mendapatkan kebaikan di tempat ini, untuk melakukan kebaikan didalamnya.

c. Keadaan

Jangan berpindah dari suatu kondisi/keadaan lain sebelum melakukan kebaikan dalam keadaan tersebut.

Sebagai contoh :

Jangan dulu berusaha kaya, sebelum kita mendapatkan dan melakukan kebaikan dalam miskin kita.


C. Tenang

Tenang adalah bukti dari sebuah kekuatan (ketegaran).

Tenang yang dimaksud disini adalah Tenang bersama Allah (Assakiinatu ma'a Allah)

Dan orang yang tenang itu tetap memancarkan cahayanya dalam situasi apapun.

Pribadi Tenang : memudnculkan pribadi yang sikapnya "biasa" dalam situasi apapun.

Tenang itu Identik dengan "biasa" yakni yang dimaksud adalah "biasa" dalam kebaikan.

Sebagai contoh :

Ada orang yang biasa shalat tidak tepat waktu , mereka itu biasa..namun maksud dari biasa ini bukan tenang yang dimaksud, sikap itu adalah sikap "Ndableg" atau "mati rasa".

Orang yang biasa baik, maka apapun adalah kebaikan.

III. Gelisah

Kecenderungan seseorang ketika banyak yang dipikir dan urusanya banyak biasanya pening, maka orang yang baik dan kuat mereka akan tenang. Kan ada obatnya yakni Pil Katan untuk obat pening, jadi peningKatan (peningkatan).hehe

Apakah orang yang baik akan gelisah ? ya, namun akan tetap tenang dalam kegelisahannya.

Kegelisahan bagi orang yang baik adalah tanda kebaikan.

Bagi orang yang baik, kegelisahan adalah pemberitahuan agar segera keluar dari keadaan yang ada. bahwa di luar sana ada keadaan yang pasti baik.

Jangan Mengabaikan perasaan-perasaan , perasaan baik, dan perasaan baik perlu diasah.

Ikhlas menerima dengan segala yang pahit.

"Alaa bidzikrillahi tathmainnul qulub"

Sebuah saran, jika kita merasa bodoh maka belajarlah sambil mengamalkan.

“Barang siapa yang mengamalkan ilmu yang diketahuinya niscaya Allah akan mewariskan kepadanya ilmu lain yang belum dia ke tahui. Dan barang siapa yang tidak beramal dengan ilmu yang sudah diketahuinya maka sangat dikhawatirkan Allah akan melenyapkan ilmu yang dimilikinya.”

Perkataan ini dianggap hadits oleh sebagian orang, padahal sebenarnya itu bukan hadits. Sebab itu hanyalah ungkapan yang disebutkan Syaikhul Islam rahimahullah.

Referensi :
Terinspirasi Kajian Senin Sore, Masjid Nurul Ashri oleh ust. Syatori Abdurrauf @ 7 Oktober 2013
http://muslim.or.id/manhaj/ilmu-melahirkan-amalan.html
http://3.bp.blogspot.com/-A1nJuZIQa78/TjQbXBesdhI/AAAAAAAAAqo/Ip-ajKUiyms/s400/heavenhell.jpg
http://kautsarku.wordpress.com/2008/03/15/mukmin-yang-kuat-lebih-dicintai-oleh-allah/

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes