Selamat datang di website kami, Haidar Khotir, semoga sajian kami bermanfaat

Mengenal Lebih dekat Muharram


Tulisan ini dibuat untuk semakin kita memahami tentang Muharram,

Al-Muharram di dalam bahasa Arab artinya adalah waktu yang diharamkan.

Muharram juga memiliki sebutan yang lain yakni Syahrullah (bulan Allah)
Menurut Ibnu Rajab al-Hambali (736–795 H),  Muharram disebut dengan Syahrullah (bulan Allah) karena memiliki dua hikmah.

Pertama, menunjukkan keutamaan dan kemuliaan bulan tersebut
Kedua, menunjukkan otoritas Allah SWT dalam mensucikan dan memuliakan bulan tersebut.

Kita pahami bahwasanya di dalam suatu kaidah, yang jika suatu kata di nisbatkan dengan Allah memiliki keistimewaan dan kemuliaan seperti Kitabullah, Syahrullah, Khalilullah.
Diantara keutamaannya :

1. Bulan Muharram termasuk 4 bulan haram (Dzulqa'dah,Dzilhijjah, Muharram & Rajab) yang dilarang melakukan kezhaliman kepadadiri sendiri dan berbuat dosa karena dosanya lebih besar. (Lihat: QS.At-Taubah:36).

2. Dilarang melakukan peperangan. (Lihat:QS.at-Taubah:5).

3. Memperbyk puasa muthlak pada bulan Muharram danibadah-ibadah yang lain, karena pahala amalan pada bulan tersebut lebih besar.

Kita mengenal bahwasanya bulan muharram adalah bulan pertama dalam islam yang mengawali pergantian tahun hijriyah.

yakni urutan urutan bulan dalam islam (menggunakan perhitungan kalender Qomariah):

Muharram,
Shafar,
Rabi’ul Awwal,
Rabi’uts Tsani (Rabiul Akhir),
Jumadil Ula (Jumadil Awwal),
Jumadil Tsaniyah (Jumadil Akhirah),
Rajab,
Sya’ban,
Ramadhan,
Syawwal,
Dzulqa’dah,
Dzulhijjah.

{Penjelasan Tentang Kalender Hijriyah }
Penentuan dimulainya sebuah hari/tanggal pada Kalender Hijriyah berbeda dengan pada Kalender Masehi.

Pada sistem Kalender Masehi, sebuah hari/tanggal dimulai pada pukul 00.00 waktu setempat.
Namun pada sistem Kalender Hijriah, sebuah hari/tanggal dimulai ketika terbenamnya Matahari di tempat tersebut.

Kalender Hijriyah dibangun berdasarkan rata-rata silkus sinodik bulan kalender lunar (qomariyah),

memiliki 12 bulan dalam setahun. Dengan menggunakan siklus sinodik bulan, bilangan hari dalam satu tahunnya adalah (12 x 29,53059 hari = 354,36708 hari).

~Hal inilah yang menjelaskan 1 tahun Kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan 1 tahun Kalender Masehi~

Faktanya, siklus sinodik bulan bervariasi. Jumlah hari dalam satu bulan dalam Kalender Hijriah bergantung pada posisi bulan, bumi dan Matahari.
Usia bulan yang mencapai 30 hari bersesuaian dengan terjadinya bulan baru (new moon) di titik apooge, yaitu jarak terjauh antara bulan dan bumi, dan pada saat yang bersamaan, bumi berada pada jarak terdekatnya dengan Matahari (perihelion).

Sementara itu, satu bulan yang berlangsung 29 hari bertepatan dengan saat terjadinya bulan baru di perige (jarak terdekat bulan dengan bumi) dengan bumi berada di titik terjauhnya dari Matahari (aphelion).

Dari sini terlihat bahwa usia bulan tidak tetap melainkan berubah-ubah (29 - 30 hari) sesuai dengan kedudukan ketiga benda langit tersebut (Bulan, Bumi dan Matahari).
{ Penentuan Awal Bulan }
Penentuan awal bulan (new moon) ditandai dengan munculnya penampakan (visibilitas) Bulan Sabit pertama kali (hilal) setelah bulan baru (konjungsi atau ijtimak).
Haramnya melakukan kezhaliman di 4 Bulan yakni :

Sebagaimana sabda Rasulullah sholallahu ’alaihi wasallam (yang artinya)

“Satu tahun itu ada 12 bulan. Di antaranya ada 4 bulan haram, yaitu 3 bulan berturut-turut, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram serta Rajab yang berada di antara bulan Jumada dan Sya’ban.” 
(HR. Bukhari no. 2958).

”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya 4 bulan suci (bulan haram) . Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” 
(QS. At Taubah : 36).
Puasa di Bulan Muharram

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam mendorong kita melakukan puasa pada bulan Muharram sebagaimana sabdanya,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163, dari Abu Hurairah).

Puasa di Hari Asyura

Hari Asyura (عاشوراء ) adalah hari ke-10 pada bulan Muharram dalam kalender Islam. Sedangkan asyura sendiri berarti kesepuluh.

Syiah,Merekalah gerombolan Syiah Rafidhah, sekelompok orang yang membangun agama dan keyakinannya berdasarkan kedustaan tokoh dan pemuka Syiah. Orang-orang yang beraqidah sesat. (Al-Bida’ Al-Hailiyah, Hal. 56 – 57). Mereka melakukan suatu ritual (Kematian Imam Husain bin Ali di perang karbala 61 H) memukulkan pedang ke kepala, melukai punggung dengan cambuk besi, dsb. dan juga mencela Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khatab, dan Utsman bin Affan.

Tentu saja hal ini sangat bertentangan dengan esensi ajaran Islam yang sesuai dengan akal sehat, melarang melukai diri, tidak boleh meratapi mayat, dan nilai-nilai humanis (manusiawi) lainnya.

Kisah,

Ibnu Abbas mengatakan, ketika Nabi Muhammad Saw hijrah dari Makkah ke Madinah, beliau menjumpai orang-orang Yahudi di Madinah biasa berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Menurut orang-orang Yahudi itu, tanggal 10 Muharram bertepatan dengan hari ketika Nabi Musa dan pengikutnya diselamatkan dari kejaran bala tentara Firaun dengan melewati Laut Merah, sementara Firaun dan tentaranya tewas tenggelam.

Mendengar hal ini, Nabi Muhammad Saw mengatakan, "Kami lebih dekat hubungannya dengan Musa daripada kalian" dan langsung menyarankan agar umat Islam berpuasa pada hari 'Asyura.

Dari sekian hari di bulan Muharram, yang lebih afhol adalah puasa hari ‘Asyura,

yaitu pada 10 Muharram. Abu Qotadah Al Anshoriy berkata,

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.”(HR. Muslim no. 1162).

Yang dimaksud menghapus dosa, yang dimaksud dosa disini ialah menghapus dosa-dosa kecil, adapun dosa-dosa besar harus taubatan nasuha.

Selisihi Yahudi dengan Menambah Puasa Tasu’a (9 Muharram)

Hari Tasu'a (تاسوعا ) adalah hari ke-9 pada bulan Muharram dalam kalender Islam. Hari sebelum Hari Asyura.

Jadi,Puasanya ditambah, tanggal 10 Muharram ditambah 9 Muharram untuk menyelisihi.

Namun dalam rangka menyelisihi Yahudi, kita diperintahkan berpuasa pada hari sebelumnya, yaitu berpuasa pada hari kesembilan (tasu’a).

Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata bahwa ketika Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam melakukan puasa hari ’Asyura dan memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya, pada saat itu ada yang berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى.

“Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani.” Lantas beliau mengatakan,

فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ

“Apabila tiba tahun depan –insya Allah (jika Allah menghendaki)- kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas mengatakan,

فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.

“Belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sudah keburu meninggal dunia.” (HR. Muslim no. 1134)

Bagaimana Berpuasa ‘Asyura ?

Ibnu Qoyyim rahimahullah dalam kitab Zaadul Ma’aad–berdasarkan riwayat-riwayat yang ada- menjelaskan :

- Urutan pertama, dan ini yang paling sempurna adalah puasatiga hari, yaitu puasa tanggal sepuluh ditambah sehari sebelum dan sesudahnya(tgl 9, 10 & 11).

- Urutan kedua, puasa tanggal 9 dan 10. Inilah yangdisebutkan dalam banyak hadits.

- Urutan ketiga, puasa tanggal 10 saja.

Puasa sebanyak tiga hari (9, 10,dan 11) dikuatkan para paraulama dengan dua alasan sebagai berikut :

1. Sebagai kehati-hatian, yaitu kemungkinan penetapan awalbulannya tidak tepat.

2. Dimasukkan dalam puasa tiga hari setiap bulan.

Script untuk kalender Hijriyah (secara sederhana):

<script language="JavaScript" src="https://sites.google.com/site/referensimuslim/myphotos/datehijri.js"></script>

Referensi :
Terinspirasi Kajian Ust. Abu Abdirrahman di Masjid Al Hidayah @ 6 November 2013
https://www.facebook.com/pages/Halaman-Kampus-Ilmu-Purwokerto/300264423323508
https://www.facebook.com/pages/TERUS-Belajar-AGAMA/448703838534642

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/13/11/06/mvtnl6-syahrullah
http://thibbalummah.files.wordpress.com/2012/11/muharram.gif
http://aslibumiayu.wordpress.com/2011/12/06/peringatan-kematian-imam-husein-yang-dijadikan-ritual-tahunan-oleh-pengikut-syiah/
https://www.facebook.com/hatibening/posts/10150438188098588?comment_id=21165196
http://haidarkhotir.blogspot.com/2013/09/mengenal-karakteristik-empat-bulan-haram.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Kalender_Hijriyah
http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Asyura
http://en.wikipedia.org/wiki/Tasu%27a
http://www.miit-toronto.org/bulan_Muharam.htm
https://www.facebook.com/KhazanahTrans7OfficialPage/posts/676788992345969

0 komentar:

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes